ADVERTISEMENT

Rusia Dituding Jarah Baja dari Pabrik di Ukraina Senilai Rp 9 T

Achmad Dwi Afriyadi - detikFinance
Jumat, 22 Jul 2022 09:24 WIB
Ilustrasi bendera Rusia
Foto: Dok. Anadolu Agency
Jakarta -

Rusia disebut menjarah baja senilai US$ 600 juta atau sekitar Rp 9 triliun (asumsi kurs Rp 15.000) dari pabrik dan pelabuhan di Ukraina. Hal itu disampaikan petinggi perusahaan baja terbesar Ukraina, Metinvest.

Dikutip dari BBC, Jumat (22/7/2022), Kepala Eksekutif Yuriy Ryzhenkov mengatakan, baja itu dikirim ke Rusia dan dijual. Baja itu di antaranya telah disiapkan untuk diantar ke salah satu pelanggan di Inggris.

Metinvest berkantor pusat di Mariupol yakni pusat perdagangan dan manufaktur yang telah hampir tiga bulan diserang tanpa henti, hingga akhirnya jatuh ke Rusia pada bulan Mei.

Ryzhenkov mengatakan 300 karyawan dan 200 kerabat karyawan tewas dalam serangan di pabrik Azovstal, yang bersama-sama dengan pabrik Ilyich menyumbang 40% dari semua produksi baja Ukraina.

Ribuan ton baja telah dibayar oleh pelanggan Eropa, termasuk beberapa untuk Inggris.

Dia mengatakan sumber-sumber publik dan informan perusahaan melaporkan bahwa baja tersebut sedang ditransfer ke Rusia dan dijual di pasar internal atau ke negara-negara di Afrika dan Asia.

"Apa yang mereka lakukan pada dasarnya adalah penjarahan. Mereka tidak hanya mencuri produk kami, tetapi juga beberapa produk yang sudah menjadi milik pelanggan Eropa. Jadi pada dasarnya, mereka tidak hanya mencuri dari kami, mereka juga mencuri dari orang Eropa juga," kata Ryzhenkov.

Dia mengatakan perusahaan mendokumentasikan sebanyak mungkin pencurian dan bersiap untuk mengambil tindakan hukum di masa depan.

"Pada suatu saat, Rusia tidak hanya akan menghadapi pengadilan internasional, tetapi juga pengadilan pidana. Dan kami akan mengejar mereka dengan apa pun yang kami miliki," sambungnya.

Lihat juga video 'Zelensky: Sanksi Uni Eropa untuk Rusia Tidak Cukup!':

[Gambas:Video 20detik]



(acd/das)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT