ADVERTISEMENT

Cara Orang Terkaya Dunia Keruk Cuan Meski Ada Ancaman Resesi

Achmad Dwi Afriyadi - detikFinance
Jumat, 22 Jul 2022 10:32 WIB
Warren Buffett suka fast food
Warren Buffett. Foto: Getty Images
Jakarta -

Pergerakan pasar saham tengah tak menentu. Sempat melesat antara periode 2020 hingga 2022, tapi kemudian anjlok. Meski begitu bagi sebagian orang pasar saham masih menjadi ladang untuk mengeruk keuntungan.

S&P 500 telah turun sekitar 18% secara year to date di tengah tingginya inflasi, masalah geopolitik dan ancaman resesi.

"Wall Street menghasilkan uang, dengan satu atau lain cara," kata investor kondang Warren Buffett dalam pertemuan pemegang saham tahunan Berkshire Hathaway April lalu, seperti dikutip dari CNN, Jumat (22/7/2022).

"Mereka tidak menghasilkan uang kecuali orang melakukan sesuatu, dan mereka mendapatkan sebagian darinya. Mereka menghasilkan lebih banyak uang saat orang berjudi daripada saat mereka berinvestasi," tambahnya.

Warren Buffet yang dikenal investor jangka panjang mengatakan, perbedaan antara judi dan investasi terletak pada pemahaman fundamental perusahaan.

Analisis teknikal sebagian besar didasarkan pada harga dan volume saham. Mereka tidak memprediksi masa depan perusahaan.

Kemudian, tidak juga melihat bisnis atau ekonomi yang mendasarinya tetapi menggunakan grafik untuk memprediksi ke mana arah saham.

Sementara, analisis fundamental dilakukan oleh seorang investor yang mengevaluasi keuangan, kinerja, persaingan dan ekonomi perusahaan untuk menentukan nilainya. Lalu, membeli saham itu saat diperdagangkan dengan harga diskon.



Simak Video "Cara Orang-orang Terkaya di Dunia Hadapi 'Hari Kiamat' "
[Gambas:Video 20detik]
(acd/das)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT