ADVERTISEMENT

Basmi Hoaks, Langkah Kolaboratif BNI Diapresiasi Kominfo

Yudistira Imandiar - detikFinance
Jumat, 22 Jul 2022 11:32 WIB
Ilustrasi Gedung BNI
Foto: Dok. BNI
Jakarta -

PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. (BNI) melakukan sejumlah cara untuk memerangi penyebaran hoaks. BNI menjalin kerja sama dengan berbagai pihak untuk mendukung upaya tersebut.

Chief Information Security Officer BNI Andri Medina mengatakan dalam upaya menghadapi dan membendung berita bohong, perseroan tidak dapat bertindak sendiri. Andri mengatakan BNI menggunakan tools aduan instansi dari Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) untuk melakukan pelaporan berita hoaks.

"Kami tentunya mengoptimalkan tools Kemenkominfo tersebut, sehingga berita-berita bohong dapat diredam dan diblokir. Dengan diblokir akun-akun bodong, maka lebih banyak berita bohong yang dapat dibendung agar tidak lagi menyebar luas di masyarakat. Kami pun memperbanyak sosialisasi dan peningkatan literasi guna meningkatkan semangat masyarakat dalam menyebarkan konten-konten informatif dan berkualitas," jelas Andri dalam keterangan tertulis, Jumat (22/7/2022).

Andri memaparkan ada dua strategi lain yang dijalankan BNI untuk menghadang dan mengatasi penyebaran hoaks saat ini. Pertama, melalui pengembangan skill tim internal BNI untuk percepatan penanganan setiap kasus-kasus berita hoaks.

"Kedua, dengan semangat Go Digital kami menggunakan teknologi guna mendeteksi sekaligus penanganan berita hoaks yang lebih cepat. Ini sangat memungkinkan khususnya dengan bantuan artificial intelligence atau AI," imbuhnya.

Sementara itu, Plt Direktur Pengendalian Aplikasi Informatika Anthonius Malau memaparkan dalam satu hari Kemenkominfo bisa menerima berita hoax hingga 5.000 laporan. Sehingga, Kemenkominfo pun menyambut baik sinergi bersama untuk menyapu sampah digital atau misinformasi yang terjadi hampir setiap harinya.

Menurutnya, langkah BNI dalam memerangi hoaks perlu diapresiasi. Terlebih, BNI melakukan pelaporan yang diikuti pula dengan berbagai program sosialisasi untuk meningkatkan literasi dan kesadaran masyarakat.

"Kami pun melihat kesadaran masyarakat untuk melaporkan berita hoaks makin meningkat. Semoga ke depannya, lebih banyak masyarakat yang tidak mudah terpengaruh berita tidak benar," kata Anthonius.

Ketua Umum Asosiasi Media Siber Indonesia Wenseslaus Manggut turut berharap kerja sama antar pihak bisa terus terbangun, termasuk dengan membuat komite digital menangkal penyebaran berita hoaks. Ia menekankan serbuan berita hoaks berkali-kali lipatnya ketimbang upaya klarifikasi.

"Daya engage hoaks lebih melesat cepat dalam membuat kerusakan sehingga model klarifikasi konvensional saja tidak cukup," ujar Wenseslaus.



Simak Video "Momen Sejumlah ABG 'SCBD' Tidur Ngemper di Dukuh Atas"
[Gambas:Video 20detik]
(ega/ega)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT