ADVERTISEMENT

Anak Buah Luhut Pelototi Daerah yang Belum Jual Migor Curah Rp 14.000/Liter

Herdi Alif Al Hikam - detikFinance
Senin, 25 Jul 2022 15:32 WIB
minyak goreng curah/Aulia Damayanti
Foto: minyak goreng curah/Aulia Damayanti
Jakarta -

Pemerintah menetapkan harga eceran tertinggi (HET) minyak goreng curah Rp 14.000 per liter atau Rp 15.500 per kilogram (kg). Namun, nyatanya minyak goreng curah di daerah masih banyak yang dijual di atas HET.

Hal itu diakui oleh Plt Deputi Bidang Koordinasi Infrastruktur dan Transportasi Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Rachmat Kaimuddin. Menurut Rachmat, pihaknya saat ini masih memantau ketat daerah-daerah yang belum menerapkan HET untuk minyak goreng curah.

"Tujuannya sama se-Indonesia. Cuma memang masih ada kantong yang harganya nggak sampai segitu (di atas HET). Ini juga lagi kita pelototin ya," ungkap Rachmat dalam acara Marves Podcast dikutip Senin (25/7/2022).

Salah satu biang kerok yang membuat harga minyak goreng curah belum sesuai HET karena distribusi yang rumit ke banyak daerah, sehingga ongkos kirimnya jadi lebih mahal.

"Kayak begini karena isunya kadang distribusi juga. Karena curah ini supply chain-nya beda. Kapalnya beda, terus mobil juga harus tangki," ujar Rachmat.

Meski begitu, pemerintah sudah mencari solusi lain agar minyak goreng curah bisa lebih mudah didistribusikan ke daerah, salah satunya dengan mengubah distribusi dengan kemasan.

Kementerian Perdagangan, menurut Rachmat, sudah mengeluarkan minyak goreng yang didistribusikan dengan kemasan dengan nama Minyakita. Meski bentuknya kemasan, minyak goreng yang satu ini dihargai paling mahal Rp 14.000 per liter.

Dengan begitu, minyak goreng curah bisa lebih mudah didistribusikan ke banyak daerah. Harganya pun diatur sesuai HET.

"Maka tema-teman Kemendag pun luncurkan Minyakita. Jadi ini bisa disalurkan lebih mudah, pakai truk atau kapal biasa, beli online juga bisa makin mudah," kata Rachmat.

Di sisi lain, pemerintah pun memang berencana untuk mengalihkan minyak goreng menjadi kemasan. Keluarnya Minyakita, menurut Rachmat bisa jadi batu loncatan untuk rencana tersebut.

"Hal-hal begini kita kembangkan terus. Tujuannya kan juga bisa beralih dari curah ke kemasan," pungkas Rachmat.

(hal/ara)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT