ADVERTISEMENT

Bisnis Ini Bisa Kasih Cuan Besar buat Korban PHK

Ignacio Geordi Oswaldo - detikFinance
Senin, 25 Jul 2022 17:07 WIB
Ilustrasi bisnis digital
Foto: Shutterstock
Jakarta -

Bisnis penjualan langsung atau lebih dikenal dengan sebutan MLM (Multi Level Marketing) memberikan kontribusi besar bagi perekonomian di tanah air. Para korban PHK, akibat dampak Pandemi Covid-19 bisa menjadi entrepreneur melalui industri direct selling ini.

Penasehat Asosiasi Penjualan Langsung Indonesia (APLI) Bambang Soesatyo mengatakan APLI tetap tumbuh dan eksis serta mampu membantu masyarakat yang selama dua tahun lalu terpuruk akibat Pandemi Covid-19.

"Saya berharap, para karyawan yang mengalami pemutusan hubungan kerja bisa beralih ke bisnis direct selling di bawah naungan APLI. Ini adalah bisnis yang menjanjikan, yang bisa dilakukan kapan saja, dan dimana saja," ujar Ketua MPR tersebut, Senin (25/7/2022).

Menurut Bamsoet keberadaan APLI yang mewadahi perusahaan penjualan langsung dan menjadi satu satunya asosiasi penjualan langsung Indonesia yang diakui oleh asosiasi penjualan langsung dunia World Federation of Direct Selling Assosiation (WFDSA) memiliki peran penting dalam perekonomian Indonesia, apalagi dalam dua tahun terakhir.

"Berbagai catatan positif dan kontribusi sektor penjualan langsung terhadap perkonomian nasional ini dapat kita rujuk dari berbagai perspektif. Pertama dari besarnya transaksi penjualan yang pada tahun 2019 sudah mencapai angka 16,3 triliun rupiah. Ini angka yang fantastis," ungkap Bamsoet.

Lebih lanjut dia mengatakan, nilai itu bermakna besar bagi pertumbuhan ekonomi nasional, apalagi sektor industri penjualan langsung juga melibatkan jutaan mitra usaha yang mayoritas para UMKM dan para pengusaha-pengusaha pemula.

Perspektif kedua menurut Bamsoet, industri direct selling memiliki karakter binsis yang tangguh dan adaptif. "Ketika era distrupsi teknologi dan berkembangnya paradigma digitalisasi ekonomi, telah menyebabkan, banyak sektor bisnis yang terdampak. Sektor industri penjualan langsung ternyata masih tetap eksis dan sangat efektif dengan memanfaatkan teknologi informasi," ungkapnya.

Perspektif ketiga, bisnis yang lazim disebut MLM ini memiliki fleksibilitas yang bisa menjangkau dan dijalankan oleh banyak kalangan dan kelompok profesi, bahkan oleh ibu-ibu rumah tangga, mahasiswa dan pelajar.

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT