Menkeu AS Wanti-wanti Ekonomi Melambat, Resesi di Depan Mata?

ADVERTISEMENT

Menkeu AS Wanti-wanti Ekonomi Melambat, Resesi di Depan Mata?

Herdi Alif Al Hikam - detikFinance
Senin, 25 Jul 2022 21:28 WIB
Janet Yellen dipastikan menjadi menteri keuangan perempuan pertama AS
Foto: BBC World: Menteri Keuangan (Menkeu AS) Janet Yellen
Jakarta -

Menteri Keuangan Amerika Serikat (AS) Janet Yellen mengatakan pertumbuhan ekonomi negaranya sedang melambat. Namun, resesi tetap belum terjadi saat ini.

Yellen bilang masih ada harapan bagi ekonomi AS bila melihat angka perekrutan kerja yang kuat dan belanja konsumen yang masih kuat.

Perekrutan kerja di AS tetap kuat pada bulan Juni, dengan 372.000 pekerjaan baru dan tingkat pengangguran bertahan di 3,6%.

"Dari data ini menunjukkan bukan ekonomi yang sedang dalam resesi. Tapi kita berada dalam periode transisi di mana pertumbuhan melambat," sebut Yellen dilansir dari Reuters, Senin (25/7/2022).

Yellen mengatakan kenaikan suku bunga Federal Reserve baru-baru ini membuat harga kebutuhan masyarakat yang melonjak kembali bisa terkendali. Selain itu, pemerintahan Joe Biden juga menjual pasokan dari cadangan minyak strategisnya, yang menurut Yellen, telah membantu menurunkan harga gas.

"Kami telah melihat harga gas hanya dalam beberapa pekan terakhir turun sekitar 50 sen per galon dan seharusnya ada lebih banyak lagi," kata Yellen.

Dia berharap bank sentral AS The Federal Reserve dapat cukup mendinginkan ekonomi untuk menurunkan harga tanpa memicu penurunan ekonomi yang luas.

"Saya tidak mengatakan bahwa kita pasti akan menghindari resesi. Tapi saya pikir ada jalan yang membuat pasar tenaga kerja tetap kuat dan menurunkan inflasi," ujar Yellen.

Produk domestik bruto AS menyusut pada tingkat tahunan 1,6% pada kuartal pertama. Yellen mengatakan ekonomi AS masih kuat, bahkan jika angka kuartal kedua negatif tidak akan menandakan resesi telah terjadi.

Dia percaya kekuatan di pasar kerja dan permintaan yang kuat. "Resesi adalah kelemahan ekonomi yang luas. Kami tidak melihatnya terjadi sekarang," katanya.

(hal/hns)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT