ADVERTISEMENT

Pelatihan Tatap Muka Kartu Prakerja Tinggal Tunggu Aba-Aba Airlangga

Anisa Indraini - detikFinance
Rabu, 27 Jul 2022 12:09 WIB
Prakerja Gelombang 19
Foto: Prakerja Gelombang 19 (M Fakhry Arrizal/detikcom)
Jakarta -

Manajemen Pelaksana Program Kartu Prakerja (PMO) siap melaksanakan skema pelatihan Kartu Prakerja secara tatap muka atau offline. Untuk waktunya, tinggal tunggu aba-aba dari Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto.

Direktur Eksekutif PMO Kartu Prakerja Denni Puspa Purbasari mengatakan di rapat terakhir Airlangga meminta pelatihan tatap muka dimulai semester II-2022. Mengingat sudah masuk waktunya, tinggal tunggu aba-aba saja.

"PMO Prakerja adalah pelaksana dan kita mengikuti apa yang digariskan kebijakannya oleh Komite Cipta Kerja, jadi kita intinya ready untuk melaksanakan pelatihan offline tersebut. Pak Menko Perekonomian di rapat terakhir Komite Cipta Kerja menyampaikan kalau bisa di semester II tahun ini. Nah ini kan sudah semester II, jadi tunggu aba-abanya dari Pak Menko Perekonomian saja," kata Denni dalam webinar 'Dua Tahun Perjalanan Kartu Prakerja Mentransformasi Layanan Publik: Capaian, Pelajaran, dan Strategi ke Depan', Rabu (27/7/2022).

Untuk pelaksanaannya, Denni menyebut pelatihan tatap muka akan dilakukan secara hati-hati dan bertahap terlebih dahulu di beberapa wilayah. Saat ini persiapan terus dilakukan termasuk pembelajaran campuran (blended learning).

"Kita baby step dulu supaya kemudian bisa dilaksanakan dengan bagus belajar dari proses itu dan baru kemudian akan diperluas ke tempat lain. Komitmen kami tentu saja kita akan hadir sebanyak mungkin di banyak lokasi," tuturnya.

Banyak Peserta Lebih Suka Pelatihan Online

Berdasarkan riset yang ditemui PMO Kartu Prakerja di lapangan, kata Denni, peserta justru lebih suka dengan pelatihan online. Terutama bagi yang berada di kepulauan, mereka tidak perlu mengeluarkan biaya untuk bergerak ke lokasi tempat pelatihan.

"Karena kalau pelatihannya hanya ada di ibu kota provinsi, mereka harus meninggalkan pekerjaan mereka, keluarga mereka, ternak mereka, mata pencaharian mereka," tuturnya.

Oleh karena itu, pelatihan online dipastikan akan tetap ada meskipun nantinya pelatihan tatap muka sudah dimulai. "Kita juga punya perspektif yang luas, karena itu ketika pelatihan offline hadir, pelatihan online tetap juga ada sebagai pilihan buat para penerima Kartu Prakerja," jelasnya.

Peserta Kartu Prakerja lebih suka pelatihan offline karena mereka bisa sambil melakukan aktivitas lain seperti menjaga anak di rumah. Maklum, mayoritas penerima merupakan perempuan yakni 52% dibanding laki-laki.

"Kita bisa melihat di komentar-komentar Instagram ketika kita tanya 'kamu lebih suka (pelatihan) online atau offline?' Ternyata mayoritas perempuan itu sukanya online karena mereka bisa belajar sambil menunggu anak-anak di rumah. Paling banyak katanya ketika anak-anak tidur bisa belajar," kata Denni.

(aid/dna)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT