Setoran Privatisasi BUMN Bakal Nihil
Selasa, 20 Jun 2006 17:13 WIB
Jakarta - Penerimaan negara dari privatisasi BUMN bakal sulit terpenuhi. Tajamnya pro dan kontra pelaksanaan privatisasi membuat program ini sukar direalisasikan."Walaupun beberapa BUMN memang bisa diprivatisasi seperti BUMN konstruksi sudah bisa. Tapi ternyata sosialisasi ke publik kurang, sehingga ini saya lihat dari sektor privatisasi BUMN nol," ujar Menneg PPN/Kepala Bappenas Paskah Suzetta, di Gedung Depkeu, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta, Selasa (20/6/2006). Paskah juga melihat, pemasukan dari dividen perusahaan BUMN juga kurang maksimal. "Memang saya masih meragukan beberapa penerimaan seperti dari sektor dividen BUMN. Itu juga saya ragukan apakah bisa masuk komitmenya atau tidak," tuturnya.Karena penerimaan dari privatisasi tidak bisa diharapkan, menurut Paskah, pemerintah akan menyisir kembali semua anggaran kementerian dan lembaga supaya pengeluaran negara bisa ditekan.Paskah juga menjelaskan, meskipun defisit APBN membengkak, penerbitan surat utang negara (SUN) maupun obligasi internasional akan dibatasi. Pasalnya, penerbitan SUN sudah melebihi base line dari penerbitan bersih (netto). Namun Paskah enggan menjelaskan berapa sebenarnya base line penerbitan yang dimaksud."Pokoknya angka base line-nya tidak saya sebutkan. Kita sudah punya angka base line, terus base line-nya sekarang sudah melebihi base line. Walaupun sedikit tetapi tidak sampai 5 persen dari base line yang ada," jelasnya.
(ir/)











































