ADVERTISEMENT

Jokowi ke Para CEO Korsel: Kalau Ada Kendala Sampaikan ke Saya

Shafira Cendra Arini - detikFinance
Kamis, 28 Jul 2022 14:52 WIB
Jakarta -

Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta para investor untuk tidak segan menyampaikan kendala di lapangan kepada para menteri atau bahkan kepada Presiden langsung. Hal ini disampaikannya saat menghadiri pertemuan dengan CEO perusahaan-perusahaan Korea Selatan di Lotte Hotel, Seoul, pada Kamis pagi, (28/07/2022).

"Saya tadi tidak mendengarkan keluhan-keluhan yang berat yang mungkin terjadi di lapangan. Tetapi apabila ada masalah-masalah tolong disampaikan kepada Menteri Investasi Pak Bahlil atau kepada Pak Menko Maritim dan Investasi, kalau ada masalah," ujar Jokowi dikutip dari keterangan resmi Sekretariat Presiden, Kamis (28/07/2022).

"Kalau mentok berdua ini tidak bisa menyelesaikan bisa ke saya, baik yang berkaitan dengan izin-izin, baik yang mungkin berkaitan dengan imigrasi dan lain-lainnya," Jokowi menambahkan.

Dalam pertemuan tersebut, para CEO memberikan tanggapan positif atas iklim investasi di Indonesia yang dinilai sangat kondusif. Sejalan dengan hal tersebut, Jokowi menegaskan, saat ini pemerintah Indonesia terus menyederhanakan dan mempermudah regulasi dengan hadirnya Omnibus Law Undang-Undang Cipta Kerja.

"Ini adalah sebuah reformasi struktural yang dilakukan Indonesia dalam rangka memberikan peluang investasi yang sebesar-besarnya," ujar Jokowi.

Jokowi juga menyampaikan terima kasih atas investasi yang telah ditanamkan kepada para CEO tersebut. Menurutnya, tren investasi Korea Selatan menunjukkan peningkatan yang signifikan.

"Sekarang Korea Selatan adalah investor terbesar keenam di Indonesia, ini sebuah capaian yang sangat bagus dan harapan kita semuanya Korea Selatan bisa masuk ke nantinya tiga besar, top 3 di Indonesia," ungkapnya.

Lebih lanjut, ia juga sempat menjelaskan mengenai kondisi ekonomi Indonesia yang sedang dalam keadaan baik. Di mana, pertumbuhan ekonomi RI di kuartal pertama berada pada angka 5,01 persen, kemudian inflasi juga masih bisa dikendalikan di angka 4,3%.

"Surplus perdagangan Indonesia di semester pertama tahun ini mencapai US$ 24,8 miliar, sebuah lompatan juga dari kami yang sangat besar. Ini juga banyak karena dukungan dari bapak-bapak semuanya terutama yang orientasinya ekspor," tutur Jokowi.

Di akhir sambutannya, Presiden mengajak para CEO untuk maju bersama dalam mengembangkan perekonomian.

"Mari kita melangkah maju bersama Indonesia dan Korea Selatan untuk membangun ekonomi yang lebih baik," tandasnya.

Lanjut ke halaman berikutnya.

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT