ADVERTISEMENT

Perusahaan Katering Garuda PHK Karyawan, Aerofood: Tak Terhindarkan

Sylke Febrina Laucereno - detikFinance
Kamis, 28 Jul 2022 15:59 WIB
Katering makanan Garuda Indonesia
(Foto: Johanes Randy/detikcom)
Jakarta -

PT Aerofood Indonesia (Aerofood ACS) memberikan penjelasan berkaitan dengan kabar pemutusan hubungan kerja (PHK) ratusan karyawannya.

Direktur Utama Aerofood ACS I Wayan Susena mengungkapkan, langkah ini merupakan bagian dari upaya pengelolaan sumber daya manusia (SDM) yang tak terhindarkan imbas tekanan keuangan yang menghantam perusahaan selama kurang lebih 2 tahun lamanya imbas Pandemi virus Corona.

"Langkah restrukturisasi secara menyeluruh bagi Perusahaan, termasuk optimalisasi tata kelola SDM menjadi bagian yang tidak terhindarkan dalam upaya kami untuk terus bertahan dan menyehatkan kinerja usaha. Hal ini menjadi pilihan yang sulit dan berat bagi kami di tengah penurunan kinerja yang signifikan dan dampak sistemik terhadap kinerja keuangan Perusahaan dalam jangka panjang," kata Wayan dalam keterangan resmi yang diterima detikcom, Kamis (28/7/2022).

Adapun terkait optimalisasi SDM yang dimaksud, lanjut Wayan, dilakukan melalui penyesuaian komposisi jumlah karyawan. Ia mengaku, keputusan itu dilakukan secara seksama dengan memastikan urgensi adanya PHK menjadi pilihan terakhir yang perlu ditempuh Perusahaan di tengah masa penuh tantangan ini.

Proses komunikasi bersama seluruh pihak terhadap rencana kebijakan ini telah dilakukan secara bertahap dan telah sesuai dengan Peraturan Perundangan yang berlaku terkait Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (PKPU) maupun ketentuan Ketenagakerjaan. Seluruh kewajiban yang tertunda dalam Perjanjian Kerja Bersama (PKB) juga telah dipenuhi Perusahaan sesuai prinsip transparansi dan tata kelola Perusahaan yang baik.

"Kami meminta maaf kepada sedikitnya 138 karyawan tetap Aerofood ACS yang terdampak kebijakan ini. Kami turut menyampaikan terima kasih kepada mereka yang telah ikut berkontribusi dan membangun Aerofood ACS hingga ke tahap ini, ini keputusan besar yang kami harus lakukan dengan pertimbangan matang atas upaya memastikan Aerofood ACS tetap bertahan di tengah tekanan kinerjanya", tegas I Wayan Susena.

Berkaitan dengan kinerja perusahaan, ia menjelaskan bahwa selama lebih dari 2 tahun sepanjang pandemi berlangsung, Aerofood ACS mencatatkan penurunan pendapatan signifikan hingga mencapai 73 persen dari kondisi normal dan mengalami kerugian berdasarkan Laporan Keuangan Audited.

"Trafik layanan inflight dan industrial catering juga mengalami penurunan drastis dengan nilai kerugian yang terus bertambah setiap tahunnya," jelas dia.

Selain PHK, perusahaan juga menjalankan prinsip cost leadership.

"Kami telah melakukan langkah adaptif melalui efisiensi struktur biaya termasuk kontrol ketat terhadap pelaksanaan operasional, efisiensi biaya overhead, negosiasi terhadap biaya konsesi, restitusi pajak, dan permohonan penurunan suku bunga pinjaman serta program optimalisasi SDM," tandas dia.

(dna/ang)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT