ADVERTISEMENT

Pasokan dari Rusia Mandek, Harga Gas Meroket!

Herdi Alif Al Hikam - detikFinance
Jumat, 29 Jul 2022 09:32 WIB
Pekerja memeriksa proses produksi pada Kapal Floating Storage & Regasification Unit (FSRU) Jawa Barat. FSRU Jawa Barat memasok gas bumi untuk 3 pembangkit listrik.
Ilustrasi/Foto: Agung Pambudhy
Jakarta -

Harga gas di Eropa naik setelah Rusia kembali menahan pasokan gasnya ke Eropa lewat pipa Nord Stream 1 yang terhubung ke Jerman. Para pengamat dan ekonom di Eropa menuduh pemerintah Rusia menggunakan gas sebagai senjata politik.

Dilansir dari BBC, Rabu (27/7/2022), harga gas Eropa naik hampir 2% di atas rekor tertingginya setelah invasi Rusia dan Ukraina. Harga gas grosir Eropa ditutup pada € 204,85 atau sekitar Rp 3,09 juta per megawatt jam (kurs Rp 15.100). Ini menjadi rekor harga tertinggi ketiga sepanjang masa.

Sebelumnya harga tertinggi sepanjang masa dicapai pada 8 Maret ketika harga ditutup pada € 210,50 atau sekitar Rp 3,17 juta per megawatt jam.

Sebagai perbandingan, tahun lalu harga gas grosir di Eropa cuma berada di rentang € 37 atau sekitar Rp 550 ribuan per megawatt jam.

Rusia telah memotong aliran melalui pipa Nord Stream 1 ke Jerman. Kini, pipa itu hanya beroperasi kurang dari seperlima dari kapasitas normalnya.

Perusahaan energi Rusia Gazprom telah berulang kali menyatakan pasokan berkurang karena masalah teknis. Mereka menyatakan masih ada pekerjaan pemeliharaan pada turbin.

Sementara itu, pemerintah Jerman yang memiliki hubungan pipa gas Nord Stream 1 mengatakan seharusnya tidak ada alasan teknis untuk membatasi pasokan. Di sisi lain, Ukraina menuduh Rusia telah mengobarkan perang gas melawan Eropa dan memotong pasokan untuk menimbulkan teror pada orang-orang di Eropa.

Untuk Inggris sendiri tidak akan terkena dampak langsung dari gangguan pasokan gas, karena mengimpor kurang dari 5% gasnya dari Rusia. Namun, kenaikan harga di pasar global dapat mengerek harga gas di Inggris.

Harga gas Inggris naik 7% pada hari Rabu sehingga harganya sekarang lebih dari enam kali lebih tinggi dari tahun lalu.

Sejak invasi Ukraina para pemimpin Eropa telah mengadakan pembicaraan tentang bagaimana mengurangi ketergantungannya pada gas Rusia. Beberapa hari ini, Uni Eropa pun melakukan diskusi dan mendapatkan kesepakatan untuk menahan penggunaan sebanyak 15% di semua negara Eropa.

(hal/eds)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT