Sri Mulyani Wajibkan Eselon I Kemenkeu Ngajar di STAN, Ini Alasannya

ADVERTISEMENT

Sri Mulyani Wajibkan Eselon I Kemenkeu Ngajar di STAN, Ini Alasannya

Anisa Indraini - detikFinance
Jumat, 29 Jul 2022 14:33 WIB
Menkue Sri Mulyani mengikuti rapat kerja dengan Badan Anggaran DPR RI, Selasa (31/5). Sri Mulyani jelaskan percepatan pembangunan infrastrukur dalam APBN 2023.
Foto: Agung Pambudhy
Jakarta -

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mewajibkan eselon I Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mengajar di Politeknik Keuangan Negara Sekolah Tinggi Akuntansi Negara (PKN STAN). Mereka sebagai pembuat kebijakan diminta membagikan ilmu ke mahasiswa.

Sri Mulyani bilang, mengundang para pembuat kebijakan sebagai pengajar sangat penting. Fungsi apapun yang dilakukan di bidang keuangan negara disebut sangat relevan dan perlu dibagikan ke mahasiswa PKN STAN.

"Saya meminta semua eselon I mandatory harus ngajar di PKN STAN. Jadi bukannya yang ngajar hanya karena alumni saja, kita lihat di alumni ini Pak Yon karena sentimental reason datang ke sini. Yang lain yang merasa bukan lulusan ini 'ah aku nggak lah'. Ini bukan pilihan," katanya dalam Seremoni Dies Natalis ke-7 PKN STAN sekaligus peresmian Gedung Nusantara PKN STAN, Jumat (29/7/2022).

Sri Mulyani meminta agar proses belajar dan mengajar di PKN STAN dielaborasi lebih detail. Dalam proses belajar misalnya, materi belajar diharapkan tidak hanya berasal dari buku.

"Materi pengajaran keuangan negara sekarang demikian luas, termasuk 2 tahun ini kita menghadapi pandemi, menghasilkan banyak sekali materi pengajaran," tuturnya.

Sri Mulyani bahkan telah meminta jajarannya untuk menangkap semua pembelajaran dan cara mengatasi tantangan di bidang keuangan selama pandemi COVID-19. Nah ilmu-ilmu baru seperti itu lah yang diharapkan bisa dibagikan ke mahasiswa PKN STAN.

"Bahkan kalau Anda mau untuk akuntansinya saja, even dengan akuntansinya saja begitu banyak perubahan dan tantangan pada masa pandemi dan ke depan di mana Anda akan meng-capture ketidakpastian terhadap sesuatu yang tidak terlihat," imbuhnya.

"Jadi saya minta teman-teman di PKN STAN melihat bahan pelajaran ini sekarang sedang banyak sekali di-produce dengan episode yang extraordinary di dunia ini," tambahnya.

(aid/eds)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT