ADVERTISEMENT

Kemendag Akui Stok Minyakita Masih Terbatas di Pasar, Ini Alasannya

Aulia Damayanti - detikFinance
Jumat, 29 Jul 2022 16:47 WIB
Minyakita
Foto: Aulia Damayanti
Jakarta -

Tiga pekan setelah meluncurnya Minyakita, pasokan di pasaran ternyata minim. Pedagang pasar ada yang menjual tetapi stoknya terbatas dan ada yang tidak menjual sama sekali.

Kementerian Perdagangan (Kemendag) mengakui saat ini produksi dan distribusi Minyakita memang masih terbatas. Hal ini disebabkan karena perusahaan yang memproduksi produk itu masih banyak yang memproses kesiapannya.

"Memang masih terbatas, kan teman-teman pelaku usaha musti apa order dulu packingnya dipesan dulu. Kita kan minta levelnya Rp 14.000 per liter. Mungkin yang sudah ada dipasar label Rp 14.000/liter saja. Jadi sabarlah masih proses sebentar," tutur Plt Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri, Kemendag Syailendra kepada detikcom, Jumat (29/7/2022).

Ia mengatakan, secara total perusahaan nantinya jika produksi sudah maksimal akan mendistribusikan kurang lebih 1 juta ton Minyakita. Syailendra mengatakan data total produksi itu telah disampaikan oleh pengusaha kepada pemerintah.

"Kita nggak penugasan, jadi gini mereka sudah sampaikan informasi terkait kapasitas produksi dan rencana produksi mereka. Totalnya saat ini yang didaftarkan ke kita itu kira-kira akan produksi semua optimal kira-kira 1 juta ton," jelasnya.

"Jadi kasih waktu mereka untuk pesan packingnya, pesen packingnya kan mereka nggak mungkin hanya 10 ribu pack atau 100 ribu pack. Akan dipesan sekian ratus ribu pack," tuturnya.

Ia pun menambahkan saat ini pelaku usaha yang bersedia untuk memproduksi Minyakita ada 90 pelaku usaha. Angka itu kata Syailendra termasuk dengan repacker atau pengusaha pengemas ulang minyak goreng.

Sebagai informasi, berdasarkan pantauan detikcom di Pasar Kramat Jati, Jumat (29/7) pedagang di pasar ini rata-rata mengikuti program pemerintah untuk menjual minyak goreng curah rakyat (MGCR) dan Minyakita. Namun, diakui oleh pedagang saat ini untuk pasokan dari Minyakita terbatas dan ada juga yang tidak menjual sama sekali.

Seperti pemilik dari toko beras family 2, dia mengatakan pada awal Minyakita diluncurkan oleh pemerintah dia bisa mendapatkan stok sampai 20 sampai 30 karton. Dalam satu karton untuk Minyakita ukuran 2 liter berisi 6 botol dan kalau isi 1 liter berisi 12 botol.

"Minyakita kemarin ini cuma datang 10 karton, awal-awal itu baru meluncur saya bisa pesan berapa aja sampai 20 sampai 30 karton. Ini kemarin pesannya kan 20 karton yang 2 liter 10nya 1 liter. Eh malah dikasih ya ini aja 10 karton yang 2 liter," ucapnya.

"Saya belanjanya ini aja sih botol, dijual ya Rp 14 ribu juga sama kaya Minyakita. Kalau Minyakita yang 2 liter saya jual berarti ya Rp 28 ribu," ungkapnya.

Kemudian, pemilik toko sembako di pasar yang sama mengaku tidak pernah mendapatkan Minyakita dalam bentuk baik kemasan botol ataupun kemasan sederhana (bantalan). Pedagang bernama Lutfi ini mengatakan dirinya biasa mendapatkan Minyakita dalam bentuk jerigen.

"Kalau Minyakita ya kita pernah jual tapi yang dirigen, kalau yang kemasan bantalan gitu nggak pernah ada sih nggak pernah jual," tutupnya.



Simak Video "Kata Jokowi soal Zulhas Promosi Anaknya saat Bagikan Minyak Goreng"
[Gambas:Video 20detik]
(das/das)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT