ADVERTISEMENT

Tragis! Konglomerat Gandum Ukraina Tewas Dihantam Rudal Rusia

Anisa Indraini - detikFinance
Senin, 01 Agu 2022 09:00 WIB
Invasi Rusia ke Ukraina masih berlanjut. Di saat warga sedang berlindung dari peperangan itu, ada seorang warga malah asyik mancing di distrik Vyshhorod.
Ilustrasi/Foto: AP Photo/Evgeniy Maloletka
Jakarta -

Pasukan Rusia terus melancarkan serangannya ke Ukraina termasuk di kota selatan Mykolaiv. Pengusaha terkaya Ukraina dikabarkan meninggal dunia bersama istrinya setelah rudal menghantam rumah mereka.

Dia adalah Oleksiy Vadatursky (74), pemilik Nibulon atau perusahaan pengekspor gandum, jagung dan bahan pangan lainnya yang memiliki kapal laut sendiri untuk mengirim ekspor. Sedangkan istrinya bernama Raisa.

Kematian Vadatursky dianggap sebagai kehilangan besar. Kontribusinya terhadap pengembangan industri pertanian sangat berharga, terbukti dari penghargaan yang pernah diterimanya sebagai 'Pahlawan Ukraina'.

"Kontribusi Vadatursky untuk pengembangan industri pertanian dan perkapalan, pengembangan kawasan sangat berharga," kata Gubernur Mykolaiv, Vitaliy Kim dikutip dari BBC, Senin (1/8/2022).

Seorang penasihat kantor Presiden Ukraina menduga Rusia sengaja menargetkan Vadatursky karena salah satu rudal menghantam kamarnya. "Tidak diragukan lagi sedang diarahkan," kata Mykhailo Podolyak.

Untuk diketahui, Ukraina dan Rusia adalah pengekspor utama gandum dan biji-bijian lainnya. Gangguan ekspor yang disebabkan oleh perang telah menyebabkan harga pangan melonjak di seluruh dunia.

Kedua negara menandatangani perjanjian yang ditengahi PBB di Turki pekan lalu, yang bertujuan untuk meredam krisis pangan. Kesepakatan itu hampir tergelincir oleh serangan Rusia di pelabuhan Odesa pada hari berikutnya.

Dimulainya kembali ekspor Ukraina diperkirakan akan lambat di tengah pemeriksaan keamanan yang ketat. Meski begitu, pada Minggu (31/7) Turki mengatakan kapal pertama yang membawa gandum diperkirakan akan meninggalkan Odesa pada Senin (1/8) pagi.

Ukraina menuduh pasukan Rusia mencuri biji-bijian dari pertanian di tanah yang diduduki dan mengekspornya melalui Krimea, semenanjung selatan Ukraina yang dianeksasi oleh Rusia pada 2014. Rusia pun membantah klaim itu.

(aid/eds)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT