ADVERTISEMENT

Catat! Mentan Siapkan 141 Ribu Hektare Lahan Jagung dalam Sepekan

Aulia Damayanti - detikFinance
Senin, 01 Agu 2022 18:30 WIB
Jokowi melakukan panen raya jagung seluas 1.398 hektare yang berada di Gorontalo. Di sela acara itu, Jokowi ikut terjun langsung memanen jagung.
Ilustrasi/Foto: Hendra Kusuma
Jakarta -

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo meyakini dalam kurun waktu satu sampai dua minggu ke depan akan menyiapkan lahan produksi jagung hingga kelompok taninya. Tidak hanya itu, sekaligus mempersiapkan kebutuhan lainnya mulai dari mesin dryer, alat tanam maupun alat panen.

"Saya lihat dalam 100 hari dari sekarang, kalau kita kerja keras termasuk dari perintah Menko untuk mempersiapkan kelompok-kelompok tani dan lahan-lahan intensifikasi ekstensifikasi lebih khusus akan disikapi oleh pemerintah, dan saya berharap konsep ini insyaallah dalam satu dua minggu akan kami siapkan Pak Menko," kata Syahrul dalam konferensi pers virtual di YouTube Sekretariat Presiden, Senin (1/8/2022).

Sejauh ini, kata Syahrul, produksi jagung nasional menunjukkan perkembangan yang cukup bagus. Bahkan di tiga tahun terakhir ini Indonesia mampu mencukupi kebutuhannya sendiri.

Mentan menambahkan, dari perhitungan yang ada kebutuhan jagung sejauh ini mencapai 14,7 juta per tahun. Angka tersebut cukup baik karena produksi yang ada mencapai 18 juta sehingga Indonesia masih memiliki surplus sekitar 4 juta.

"Saya ingin sampaikan bahwa bukan hanya beras sebenarnya kita sudah tidak impor tetapi juga jagung. Kecuali yang berkaitan dengan kebutuhan industri termasuk pemanis dan lain-lain," katanya.

Adapun rencana untuk meningkatkan produksi jagung itu dengan memperluas dengan memperluas lahan pertanian jagung. Dalam kesempatan itu, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto menyebutkan wilayah baru produksi jagung mulai dari Papua, Papua Barat, NTT Maluku, Maluku Utara, dan Kalimantan Utara.

"Dengan total luas lahan 141.000 hektare dan 86.000 merupakan lahan baru," jelas

Kemudian, berkaitan dengan bibitnya pemerintah akan menggunakan bibit jagung hasil rekayasa genetik yang bisa meningkatkan produksi. Istilah benih jagung tersebut yakni dengan Genetically Modified Organism (GMO) atau Produk Rekayasa Genetik (PRG). Bibit itu diyakini akan memproduksi jagung lebih banyak.

"Pemerintah sudah mendorong bibit unggul hibrida jagung yang bisa memproduksi antara 10,6 sampai 13,7 juta ton per hektar," tutupnya.

(ara/ara)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT