ADVERTISEMENT

Briket Batok Kelapa RI Jempolan, Mendag Diminta Bantu Ekspor

Sudrajat - detikFinance
Senin, 01 Agu 2022 21:30 WIB
Pemanfaataan arang batok kelapa dilakukan pemuda asal Rawamerta, Karawang. Ia memproduksi briket organik dan mengekspornya ke sejumlah negara Eropa dan Timur Tengah
Bupati Blora Arief Rohman menemui Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan di Kemendag, Senin (1/8/2022).
Jakarta -

Bupati Blora H Arief Rohman menemui Menteri Perdagangan (Mendag) Zulkifli Hasan membahas potensi ekspor sejumlah produk asal Blora. Selain produk kerajinan dari kayu jati, daerah kelahiran sastrawan Pramoedya Ananta Toer itu juga punya produk olahan daun kelor hingga briket batok kelapa.

Selain air, daging, dan kulitnya, batok atau tempurung kelapa juga punya nilai ekonomi tinggi sebagai briket atau arang. Kalau selama ini mungkin orang cuma tahu briket kelapa untuk membakar ikan dan daging, di sejumlah negara di Timur Tengah biasa digunakan untuk rokok atau pipa sisha.

"Briket dari batok kelapa itu menghasilkan panas lebih besar dan lebih ramah lingkungan. Tadi saya sampaikan ke Pak Zul agar potensi ini bisa dibantu Kemendag," kata Arief Rohman saat berbincang dengan detikfinance di Gedung Trans TV, Senin sore (1/8/2022).

Dia optimistis nilai ekspor briket batok kelapa yang saat ini mencapai Rp 30 Miliar per tahun, potensinya dapat terus ditingkatkan. Salah satu kuncinya adalah bantuan fasilitas dari Kemendag dari sisi teknologi pengemasan hingga penataan digitalisasi pasar tradisional.

"Kalau di Jepang dan Korea Selatan, briket kelapa itu banyak untuk pembakaran di restoran seperti di warung-warung Padang. Bedanya, di kita masih berupa serpihan batok yang belum diolah," tutur Arif.

"Briket batok kelapa dari Indonesia dikenal punya kualitas terbaik ketimbang dari China. Briket ini paling cocok untuk sisha di Timur Tengah," imbuh Arief menegaskan.

Wakil Bupati Blora Tri Yuli Setyowati, Presiden Timor Leste Jose Ramos Horta, dan Bupati Blora Arief Rohman di Le Meridien, Jakarta, 22 Juli 2022Wakil Bupati Blora Tri Yuli Setyowati, Presiden Timor Leste Jose Ramos Horta, dan Bupati Blora Arief Rohman di Le Meridien, Jakarta, 22 Juli 2022 Foto: Dok. Pemkab Blora

Pada bagian lain, politisi PKB itu juga mengungkapkan saat di Jakarta pada 22 Juli lalu sempat bertemu dengan Presiden Timor Leste, Jose Ramos Horta. Materi yang dibahas antara lain penjajakan kerja sama pendidikan untuk pemuda Timor Leste yang ingin kuliah migas di Cepu. Juga peluang ekspor hasil kerajinan kayu jati ke Timor Leste.

Selain itu juga sempat berdiskusi dengan Ketua Komunitas Politik Luar Negeri Indonesia (FPCI) yang juga mantan Wakil Menlu Dino Patti Djalal. Materi yang dibahas terkait upaya membantu percepatan pembangunan Blora melalui program Sister City.

(hns/hns)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT