ADVERTISEMENT

Sosok Oleksiy Vadatursky, Konglomerat Ukraina yang Tewas Dibom Rusia

Ignacio Geordi Oswaldo - detikFinance
Selasa, 02 Agu 2022 19:30 WIB
Grain mogul Oleksiy Vadaturskyy and his wife, Raisa, died in a Russian attack on the city of Mykolaiv on Sunday. (Facebbok)
Konglomerat Ukraina/Foto: Facebook
Jakarta -

Gempuran rudal Rusia di Ukraina belum lama ini telah menewaskan sejumlah masyarakat sipil. Salah satu yang menjadi korbannya adalah konglomerat Ukraina.

Belansir dari BBC, salah satu rudal Rusia mengenai rumah eksportir terkemuka Ukraina, Oleksiy Vadatursky. Vadatursky dan istrinya Raisa disebutkan tewas dalam serangan itu.

Di sisi lain, seorang penasihat kantor Presiden Zelensky mengatakan dia yakin Rusia sengaja menargetkan pengusaha itu. Sebab Vadatursky bukanlah orang sembarangan di Ukraina.

Pria berusia 74 tahun ini merupakan pendiri dan pemilik perusahaan pertanian Nibulon. Perusahaan ini merupakan salah satu perusahaan yang bergeral di bidang produksi serta ekspor gandum, barley, serta jagung jagung.

Nibulon telah membangun banyak fasilitas penyimpanan dan infrastruktur lainnya untuk mengekspor biji-bijian. Tidak berhenti di sana, perusahaan milik Oleksiy Vadatursky ini juga memiliki armada dan galangan kapal sendiri yang biasa digunakan untuk mengekspor pangan asal Ukraina.

Kepemilikan perusahaan ini pun membawa pria tiga orang anak itu masuk dalam jajaran orang terkaya di Ukraina. Dalam laporan Forbes, ia merupakan orang terkaya ke-24 di negara itu dengan kekayaan senilai US$ 430 juta atau setara Rp 6,3 triliun.

Sebagai informasi, Walikota Mykolaiv, Oleksandr Senkevych, mengatakan bahwa serangan rudal itu mungkin pemboman Rusia terberat yang pernah terjadi di kota itu sejauh ini. Sebab karena gempuran Rusia kali ini membuat kerusakan pada sebuah hotel, kompleks olahraga, dua sekolah dan sebuah bengkel, serta rumah-rumah.

Diketaui bahwa Mykolaiv sendiri merupakan kota yang berada di jalur utama menuju Odesa, sebuah pelabuhan terbesar Ukraina di Laut Hitam. Karena letak geografis inilah yang membuat kota tersebut telah dihantam berulang kali sejak Rusia melancarkan invasi pada 24 Februari.

(fdl/fdl)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT