ADVERTISEMENT

Pantau Harga Bahan Pokok di Jambi, Zulhas: Alhamdulillah Terkendali

Erika Dyah Fitriani - detikFinance
Rabu, 03 Agu 2022 21:38 WIB
Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan kembali turun ke pasar rakyat. Di Semarang, Jawa Tengah, harga minyak goreng curah rata-rata sudah berada di bawah Rp14.000/liter.
Ilustrasi. Foto: dok. Kemendag
Jakarta -

Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan mengatakan sejumlah harga bahan pokok (bapok) di Pasar Angso Duo, Jambi, mulai menurun. Ia memantau langsung ketersediaan pasokan dan harga bapok di lokasi.

"Kebutuhan-kebutuhan pokok di sini alhamdulillah terkendali. Tadi bawang sudah murah sekali Rp 35.000/kg, cabai memang sudah turun tapi masih Rp 75.000/kg. Di Jawa sudah Rp 65.000/kg. Minyak goreng curah di sini malah bisa Rp 13.000/liter. Bahkan 1 kg Rp 13.500, artinya harga-harga turun," kata Zulhas dalam keterangan tertulis, Rabu (3/8/2022).

Dalam tinjauannya pada Selasa (2/8), ia mengatakan sejumlah komoditas di Pasar Angso Duo harganya terpantau stabil dibandingkan bulan lalu. Mulai dari beras medium Rp 9.500/kg, gula pasir Rp 13.500/kg, tepung terigu Rp 17.000/kg, daging sapi Rp 140.000/kg, dan telur ayam ras Rp 24.000/kg.

Sedangkan komoditas yang harganya terpantau turun, antara lain minyak goreng curah Rp 12.500/liter, daging ayam ras Rp 25.000/kg, cabai rawit merah Rp 70.000/kg, dan bawang merah Rp 34.000/kg.
Kemendag melalui SP2KP juga memantau perkembangan harga dan ketersediaan bapok pada 216 pasar 90 kabupaten/kota seluruh Indonesia. Pada 1 Agustus 2022, komoditas yang tercatat stabil dibandingkan bulan lalu yaitu beras medium Rp 10.400/kg.

Sedangkan komoditas yang harganya terpantau turun, antara lain gula pasir Rp 14.400/kg, minyak goreng curah Rp 14.300/liter, minyak goreng kemasan sederhana Rp 18.900/liter, minyak goreng kemasan premium Rp 23.300/liter, bawang merah Rp 48.700/kg, cabai merah keriting Rp 68.600/kg, cabai merah besar Rp 69.700/kg, cabai rawit merah Rp 72.700/kg, serta bawang putih kating Rp30.300/kg dan bawang putih honan Rp 27.300/kg.

Kemendag juga memantau perkembangan harga dan distribusi minyak goreng curah melalui Sistem Pemantauan Pasar Kebutuhan Pokok (SP2KP). Dari 216 pasar di seluruh Indonesia. Harga minyak goreng curah secara rata-rata untuk Pulau Jawa dan Bali telah di bawah harga eceran tertinggi (HET) Rp 14.000/liter. Per 1 Agustus 2022, harga minyak goreng curah di Pulau Jawa dan Bali tercatat Rp 12.937/liter, atau turun lebih dari 6,95% jika dibandingkan bulan lalu.

Sementara rata-rata harga nasional dibandingkan bulan lalu telah mencapai level Rp 14.300/liter atau turun sebesar 9,49%. Provinsi lain juga menunjukkan tren penurunan dengan rincian rata-rata harga untuk wilayah Sumatera Rp 13.251/liter, Kalimantan Rp 13.854/liter, Sulawesi Rp 14.408/liter, serta Maluku dan Papua sebesar Rp 18.621/liter.

Minyak goreng curah rakyat (MGCR) sudah tersedia di 18.024 pengecer mitra Pelaku Usaha Jasa Logistik dan Eceran (PUJLE) yang tersebar di 241 kabupaten/kota di 25 provinsi dengan tanda khusus/spanduk HET.

Zulhas menambahkan pihaknya memperluas cakupan pendistribusian yang sebelumnya minyak goreng curah menjadi minyak goreng curah dan minyak goreng kemasan rakyat. Ia menegaskan Minyak Goreng Kemasan Rakyat harus menggunakan merek Minyakita dan mencantumkan HET sebesar Rp 14.000 per liter.

Hingga 1 Agustus 2022, sebanyak 95 perusahaan telah mendapatkan persetujuan penggunaan merek Minyakita dari Kementerian Perdagangan dan akan terus bertambah. Mengingat animo perusahaan terhadap pelaksanaan program ini yang baik. Kementerian Perdagangan telah melakukan peluncuran Program MGCR dengan menggunakan merek Minyakita pada 6 Juli 2022.

Ia mengaku optimistis Minyakita akan meningkatkan jangkauan Program MGCR dan memperkuat mitra pengecer PUJLE di seluruh wilayah Indonesia. Dalam satu bulan ini, pihaknya berharap program ini sudah menjangkau terutama wilayah Indonesia Timur sehingga HET minyak goreng curah di seluruh Indonesia dapat segera tercapai.

(prf/hns)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT