ADVERTISEMENT

Pabrik Pupuk Kebut Produksi, Pasokan Bahan Bakunya Aman?

- detikFinance
Kamis, 04 Agu 2022 11:37 WIB
Pabrik Pupuk PT Saraswanti Anugerah Makmur Tbk (SAMF)
Foto: Pabrik Pupuk PT Saraswanti Anugerah Makmur Tbk (SAMF)
Jakarta -

Produsen pupuk PT Saraswanti Anugerah Makmur Tbk (SAMF) memastikan ketersediaan bahan baku terjamin sepanjang 2022.

Emiten Bursa Efek Indonesia (BEI) berkode saham SAMF ini menggandeng Eurochem untuk yang kedua kalinya guna mengamankan pengadaan bahan baku pupuk.

"Kami baru saja menandatangani memorandum of understanding (MoU) dengan Eurochem untuk kontrak pengadaan bahan baku pupuk sebanyak 100 ribu ton hingga akhir 2022," kata Direktur Utama PT Saraswanti Anugerah Makmur Tbk Yahya Taufik dalam siaran pers, Kamis (4/8/2022).

Dia menjelaskan, kontrak itu mencakup untuk pengiriman (shipment ) Juli dan Agustus 2022 sebanyak 50 ribu ton. Lalu, untuk shipment Oktober dan November 2022 sebanyak 50 ribu ton.
"Sehingga sebagian besar kebutuhan bahan baku tahun ini sudah terpenuhi," ujar dia.

Menurut Yahya, kebutuhan bahan baku SAMF sampai dengan akhir tahun 2022 ini sebanyak 200 ribu ton. Sisanya sebanyak 50 ribu ton didatangkan dari Uzbekistan dan 50 ribu ton dari Laos.

"Saat ini, pembayaran importasi bahan baku dari Eurochem memakai sistem tunai, berubah dari semula yang menggunakan letter of credit (L/C)," tutur Yahya.

Sekalipun demikian, tegasnya, SAMF tidak menemui kendala mengingat dibantu juga oleh PT Bank Mandiri Tbk.

"Kami didukung oleh Bank Mandiri untuk kebutuhan pembayaran yang menggunakan mata uang dolar AS. Kami optimis tidak menghadapi kendala hingga akhir 2022," kata Yahya.

Sementara itu, untuk pasokan bahan baku 2023, Yahya mengatakan bahwa pihaknya sudah menjajaki kembali pembicaraan dengan Eurochem untuk menyediakan 200 ribu ton, selebihnya diimport dari Jordan, Uzbekistan dan Laos.

"Harga bahan baku mengikuti pasar, saat ini bila dibandingkan dengan awal 2021 harga sudah naik sekitar 100%," tutur Yahya.

Sepanjang semester pertama 2022, SAMF mengantongi penjualan Rp 1,45 triliun, melejit 103% dibandingkan periode sama 2021 yang sebesar Rp 711,88 miliar.

Karena itu, manajemen SAMF merevisi target penjualan tahun 2022.

"Kami melakukan peningkatan proyeksi penjualan tahun 2022, awalnya Rp 2,4 triliun menjadi Rp 2,88 triliun," ujar Yahya.

(dna/dna)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT