ADVERTISEMENT

Luhut Ungkap 4 Juta Ha Kebun Kelapa Sawit Tidak Jelas Statusnya

Aulia Damayanti - detikFinance
Jumat, 05 Agu 2022 22:50 WIB
Menko Kemaritiman, Luhut Binsar Pandjaitan saat wawancara untuk detikcom di acara Blak-blakan, Kamis (19/7).
Foto: Rachman Haryanto: Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan
Jakarta -

Menteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan membeberkan sebanyak 4 juta hektare (Ha) kebun kelapa sawit tidak jelas statusnya. Angka itu dari total 16,3 juta kebun kelapa sawit di Indonesia.

Luhut pun meminta Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) mengaudit data tersebut agar ada kejelasan mulai dari produksi sawit hingga distribusinya berapa banyak.

"Minyak goreng ini kita sedang kerjakan saya diminta urus ini, saya kerjakanlah. Baru saya paham dari 16,3 juta kebun kelapa sawit, 4 juta yang tidak jelas. Ini diminta diaudit BPKP," ungkap dalam acara Silaturahmi Nasional PPAD seperti ditayangkan di akun YouTube PPAD TNI, Jumat (5/8/2022).

Luhut juga bilang bersamaan dengan upaya mengaudit produksi sawit, juga tengah digenjot untuk menaikkan harga tandan buah segar (TBS), sementara minyak goreng mesti ditekan agar harganya turun. Luhut percaya, pada akhir tahun harga akan bagus dan bisa mendorong penerimaan negara.

"Penerimaan negara akan naik puluh triliun dari sini, pemutihan menerima beberapa lebih dari 100 triliun," ucapnya.

Luhut juga meyakini harga TBR yang saat ini masih rendah ditargetkan akan naik ke angka Rp 2.000 sampai Rp 3.000 per kilogram (Kg). Meskipun, menurutnya kenaikan itu tidak bisa berlangsung cepat.

"Sampai akhir tahun saya kira ini akan bisa selesai," tuturnya.

(hns/hns)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT