ADVERTISEMENT

Kinerja Ekspor Sumbang Pertumbuhan Ekonomi RI di Q2-2022

Yudistira Perdana Imandiar - detikFinance
Minggu, 07 Agu 2022 21:03 WIB
Menteri Perdagangan (Mendag) Zulkifli Hasan melakukan pelepasan ekspor 3.800 metrik ton baja struktur dan plat baja ke Selandia Baru. Baja tersebut merupakan hasil produksi PT Gunung Raja Paksi, Tbk, di Cikarang Barat, Bekasi, Selasa (26/7/2022).
Foto: dok. Kemendag
Jakarta -

Kinerja ekspor Indonesia pada triwulan II tumbuh sebesar 19,74%. Pertumbuhan itu menopang pertumbuhan ekonomi Indonesia pada triwulan II sehingga mampu tumbuh positif sebesar 5,44% secara year on year (YoY).

"Kinerja ekspor Indonesia pada triwulan II tumbuh paling tinggi yaitu sebesar 19,74%. Kinerja ekspor ini menjadi akselerator penopang ekonomi Indonesia pada triwulan II yang tumbuh positif 5,44% YoY. Ini merupakan momentum yang perlu kita jaga di tengah kondisi pelemahan ekonomi global dan tekanan inflasi yang meningkat di berbagai negara," jelas Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan dalam keterangan tertulis, Minggu (7/8/2022).

Zulkifli menekankan pertumbuhan ekonomi Indonesia triwulan II 2022 lebih tinggi dari capaian triwulan sebelumnya sebesar 5,01% (YoY).

"Pertumbuhan ekonomi ini bahkan berhasil melampaui beberapa negara mitra dagang seperti Singapura dengan pertumbuhan ekonomi sebesar 4,8%, Korea Selatan (2,9%), Amerika Serikat (1,6%), dan RRT (0,4%) pada triwulan II 2022," rinci Zulkifli.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), komponen ekspor barang dan jasa mengalami pertumbuhan tertinggi dengan kontribusi mencapai 24,68% dari produk domestik bruto (PDB).

"Penguatan ekspor yang tinggi tersebut salah satunya didorong kenaikan harga komoditas dunia akibat konflik Rusia dan Ukraina yang mengakibatkan disrupsi pasokan global serta kenaikan permintaan negara mitra pascapandemi," papar Zulkifli.

Lebih lanjut, Zulkifli memaparkan pada triwulan II, ekspor migas Indonesia mencapai US$ 4,46 miliar, atau tumbuh 35,17% dibandingkan kuartal I 2022. Sementara itu, ekspor nonmigas Indonesia tercatat US$ 70,46 miliar, atau tumbuh 12,12% dibandingkan kuartal I 2022. Produk ekspor yang menopang pertumbuhan ekonomi Indonesia pada triwulan II 2022 antara lain bahan bakar mineral (HS 27) seperti batubara, besi dan baja (HS 72) yang merupakan produk turunan nikel, bijih logam (HS 26), mesin dan perlengkapan elektrik (HS 85), serta berbagai produk kimia (HS 38).

Ekspor batubara (HS 27) triwulan II tercatat meningkat pesat dari US$ 8,87 miliar pada triwulan I menjadi US$ 15,24 miliar di triwulan II 2022, atau tumbuh 71,83% quarter to quarter (q-to-q). Selain komoditas utama, Zulkifli menuturkan beberapa produk ekspor Indonesia menunjukkan kinerja yang sangat positif seperti pupuk (HS 31), kapal/perahu (HS 89), serta produk nikel dan barang daripadanya (HS 75).

Klik halaman selanjutnya >>>

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT