ADVERTISEMENT

Orang RI Doyan Jajan, Ekonomi Jadi Nggak Anjlok Deh

Anisa Indraini - detikFinance
Selasa, 09 Agu 2022 10:27 WIB
Ilustrasi pertumbuhan ekonomi.
Ilustrasi/Foto: dok. detikcom
Jakarta -

Ekonomi Indonesia pada kuartal II-2022 berhasil tumbuh 5,44% (yoy). Capaian ini salah satunya ditopang oleh besarnya konsumsi rumah tangga khususnya pada momen Hari Raya Idul Fitri.

Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara mengatakan pertumbuhan ekonomi Indonesia sekitar 56% ditopang oleh konsumsi.

"Kuartal II kemarin itu bulan April-Mei-Juni konsumsi luar biasa tinggi. Saya senang sekali melihat angka konsumsi 5,5% itu luar biasa. Itu di atas konsumsi tahun lalu kita yang juga tinggi," kata Suahasil dalam program Economic Update CNBC Indonesia, Selasa (9/8/2022).

"Bayangkan kalau masyarakat nggak konsumsi, PDB kita itu anjlok atau pertumbuhannya tidak tinggi. Jadi kalau konsumsinya tinggi kita senang, artinya kegiatan belanja sudah terbuka," tambahnya.

Lonjakan konsumsi juga ditopang oleh kebijakan pemerintah yang menahan kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertalite. Kebijakan ini yang akan terus dipertahankan untuk mendorong konsumsi tetap tumbuh pada kuartal III-IV tahun ini.

"Moga-moga pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun ini masih bisa 5-5,2% secara keseluruhan. Moga-moga ini jadi fundamental yang baik karena tahun depan kita memang akan menghadapi volatilitas yang lebih tinggi," ungkapnya.

Pemerintah sendiri telah menggelontorkan subsidi energi sebesar Rp 502,4 triliun tahun ini agar tidak ada kenaikan BBM, LPG 3 kg dan listrik untuk masyarakat menengah ke bawah. Hal ini membuat inflasi Indonesia masih terkendali dibandingkan dengan negara lain.

"Kita menganggap inflasi saat ini jadi salah satu game changer Indonesia. Kita harus bisa jaga inflasi itu jangan naik dulu terlalu cepat supaya pemulihan ekonomi bisa berjalan sepanjang mungkin," ujarnya.

(aid/eds)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT