ADVERTISEMENT

Biar Melek Digital, Pelaku UMKM Diberi Pelatihan Ini Nih

Ignacio Geordi Oswaldo - detikFinance
Rabu, 10 Agu 2022 13:08 WIB
Pekerja membuat gerabah di Saung Deddy Keramik, Natar, Lampung Selatan, Lampung. Gerabah disini dibuat berdasarkan pesanan dengan harga berkisar dari Rp 50 ribu hingga jutaaan rupiah. Pimpinan Wilayah BRI Provinsi Lampung, Hari Purnomo mengatakan, sampai dengan Agustus bulan lalu, pihaknya telah menyalurkan KUR dengan nilai Rp5,3 triliun kepada para pelaku UMKM.
Foto: Agung Pambudhy
Jakarta -

Kementerian Komunikasi dan Indormasi (Kemenkominfo) Republik Indonesia, menggelar roadshow sosialisasi "Optimasi Penjualan Marketplace dengan Digital Fulfillment".

Kali ini menyasar Makassar. Sekitar 100 pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) dihadirkan. Mereka ini dibagi menjadi tiga tim, lalu diberikan materi berbeda-beda. Di Four Point Hotel by Sheraton, Selasa, 9 Agustus.

ini seperti, meningkatkan penjualan pada platform, cara meningkatkan omset hingga cara membuat konten jualan yang menarik di media sosial.

"Mereka juga diberikan pengetahuan layanan gudang daring atau Digital Fulfillment sebagai solusi untuk mengatasi keterbatasan tempat penyimpanan yang selama ini kerap dihadapi pelaku UMKM," ucapnya.

Kata Wijayanto, Kemenkominfo juga menggandeng Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Sulawesi Selatan untuk menjelaskan soal Digital Fulfillment. Para pelaku UMKM dikenalkan dengan pemanfaatan digital logistik. Harapannya setelah mereka menguasai, produktivitas penjualan bisa meningkat.

"Biasanya kalau sudah ada pesanan online, para pelaku usaha ini agak sedikit kewalahan untuk mem-packing barangnya sendiri. Nah Kehadiran fulfillment ini diharapkan membantu UMKM,"tuturnya.

Dengan begitu, para pelaku UMKM bisa lebih fokus untuk membesarkan usahanya. Selama ini, banyak keluhan dari para pelaku UMKM yang terbebani dengan biaya sewa tempat penyimpanan.

"UMKM manapun dapat bergabung. Pokoknya yang sudah berjualan secara online. Daripada mereka merekrut orang lagi, untuk penyimpanan, pengemasan, dan pengiriman mereka dapat menfaatkan jasa ini secara gratis tanpa dipungut biaya," imbuhnya.

Untuk memaksimalkan tujuan tersebut, Kemkominfo juga bekerja sama dengan startup Crewdible yang merupakan pionir gudang daring di Indonesia.

Salah seorang pelaku UMKM di Makassar, Dahliah mengatakan ia ikut pelatihan Digital Fulfillment dengan tujuan bisa lebih membantu promosi usahanya hingga keluar Makassar. Kemudian membantu sistem kirim kepada konsumennya yang jauh. Apalagi kata Dahliah, ia memiliki usaha atau produk kuliner kemasan seperti produk olahan makanan khas Sulsel seperti kripik dan abon.

"Selama ini saya hanya pakai jasa kurir atau paket pengiriman barang. Kadang lama sampainya jadi biasa konsumen komplain. Mudah-mudahan kedepan Fulfillment bersama startup Crewdible bisa membantu," ucapnya.

(fdl/fdl)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT