Iran Akan Hentikan Impor BBM

Iran Akan Hentikan Impor BBM

- detikFinance
Sabtu, 24 Jun 2006 14:02 WIB
Jakarta - Iran yang menjadi negara terbesar kempat pengekspor minyak mentah ternyata masih harus melakukan impor BBM yang cukup tinggi.Namun karena biaya impor BBM tersebut sangat tinggi, pemerintah Iran memutuskan untuk menghentikan impor mulai September. Pemerintah sebaliknya akan melakukan rasionalisasi minyaknya.Demikian diungkapkan Menteri Perminyakan Iran Kazem Vaziri Hamaneh, seperti dikutip dari BBCNews, Sabtu (24/6/2006).Ke depan, pemerintah Iran berupaya mengurangi dana miliaran dolar AS yang dikeluarkan tiap tahun, guna impor BBM untuk keperluan kilang minyak dalam negeri.Iran yang memiliki produksi mencapai 4 juta barel per hari, hanya bisa memenuhi 57 persen konsumsi minyak dalam negerinya. Sisa kebutuhan BBM lainnya dilakukan melalui impor.Tingginya impor minyak ini tentu saja memberatkan anggaran pemerintah, karena harga BBM di Iran disubsidi dalam jumlah yang cukup besar dibanding dengan harga rata-rata minyak dunia.Harga BBM seperti bensin di Iran rata-rata berkisar 800 riyal atau 9 sen dolar AS atau Rp 820 per liter.Masalah ini akhirnya memaksa pemerintah Iran untuk mengintensifkan pemakaian BBM dalam negeri. Apalagi permintaan BBM terus melonjak seiring dengan naiknya jumlah kepemilikan mobil pribadi.Iran juga harus berhadapan dengan banyaknya pembelian BBM dari negera tetangganya karena harga BBM Iran yang murah.Menurut Hamaneh, keputusan melakukan rasionalisasi minyak yang menjadi alternatifnya adalah dengan menaikkan harga.Iran kini juga tengah berkonsentrasi membangun fasilitas nuklir untuk pembangkit listriknya.Namun negara-negara barat dan AS lebih percaya fasilitas tersebut akan digunakan Iran untuk mengembangkan persenjataan nuklirnya. (ir/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads