ADVERTISEMENT

Mendag Zulhas Gandeng PBNU agar UMKM Santri Semakin Berkembang

Jihaan Khoirunnisaa - detikFinance
Kamis, 11 Agu 2022 10:44 WIB
Zulkifli Hasan dan Yahya Cholil Staquf.
Foto: dok. Kemendag
Jakarta -

Kementerian Perdagangan menggandeng Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) untuk pengembangan dan pemberdayaan ekonomi melalui usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Kerja sama ini diharapkan dapat mendorong UMKM santri naik kelas.

Adapun perjanjian kerja sama antar keduanya ditandatangani oleh Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan (Zulhas) dan Ketua Umum PBNU Yahya Cholil Staquf di Hotel MeliĆ” Purosani, Yogyakarta, pada Rabu (10/8) kemarin.

"MoU ini merupakan sinergi untuk mengembangkan dan memberdayakan ekonomi umat. Salah satunya, agar UMKM santri naik kelas," ujar Zulhas dalam keterangan tertulis, Kamis (11/8/2022).

Menurutnya UMKM menjadi punggung perekonomian RI, sehingga perlu didukung dari berbagai lini agar naik kelas. Dia memaparkan, pada 2021 UMKM berkontribusi dominan terhadap produk domestik bruto (PDB) Indonesia dan menyerap sebagian besar tenaga kerja.

"Dalam mendukung kemajuan UMKM, Kementerian Perdagangan memiliki berbagai fasilitas berupa program pembinaan, pelatihan, dan pendampingan untuk meningkatkan kapasitas SDM, kapasitas bisnis, dan akses pasar UMKM," ungkapnya.

Lebih lanjut dia menyebutkan beberapa strategi Kementerian Perdagangan untuk memajukan UMKM. Pertama, mendukung percepatan digitalisasi dengan menargetkan 1.000 pasar dan 1 juta pedagang UMKM termasuk warung pangan di seluruh Indonesia. Kedua, menyediakan ruang usaha dan/atau ruang promosi untuk pemasaran produk dalam negeri, paling sedikit 30% dari luas area pusat perbelanjaan.

Ketiga, mendukung target program Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia (Gernas BBI) sehingga banyak UMKM bergabung platform digital. Sebagai upaya mendorong UMKM naik kelas, kata dia, Kementerian Perdagangan juga memfasilitasi pelaku UMKM melalui berbagai program. Di antaranya melalui bimbingan teknis pengembangan dan desain produk, pelatihan, serta pendampingan untuk menjadi UKM ekspor, percepatan akses pasar melalui berbagai kegiatan promosi di dalam negeri dan luar negeri baik secara daring di lokapasar maupun secara luring, serta bantuan sarana perdagangan berupa perbaikan warung kelontong dan pesantren mart.

Sementara itu, Ketua Umum PBNU Yahya Cholil Staquf menyambut baik kerja sama ini. Dia berharap tujuan dari sinergi ini dapat segera diwujudkan.

"Dengan memotong rantai distribusi, UMKM santri dapat tumbuh, bahkan memperluas akses pasar," jelas Staquf.

(prf/ara)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT