ADVERTISEMENT

Ngeri! Jokowi Bilang Jumlah Orang Kelaparan Bisa Naik Jadi 800 Juta

Danang Sugianto - detikFinance
Kamis, 11 Agu 2022 11:52 WIB
Jakarta -

Presiden Joko Widodo (Jokowi) kembali berbicara tentang ancaman krisis pangan yang semakin nyata. Bahkan menurutnya jumlah orang yang kelaparan di dunia berpotensi bertambah signifikan.

Jokowi sebelumnya mengatakan bahwa ada sekitar 300 juta orang di dunia yang mengalami kekurangan pangan akut. Menurutnya jumlah itu bisa bertambah menjadi 800 juta orang.

"Kita tahu dunia sekarang ini sedang dilanda yang namanya krisis pangan. 300 juta lebih orang sekarang ini ada pada kekurangan pangan akut dan kelaparan di beberapa negara sudah mulai. Diperkirakan kalau ini tidak ada solusi ini bisa masuk ke 800 juta orang akan kekurangan pangan dan kelaparan," tuturnya saat melakukan kunjungan ke Boyolali, Jawa Tengah, Kamis (11/8/2022).

Berdasarkan ancaman itu, Jokowi ingin Indonesia bersiap dengan melakukan berbagai upaya. Termasuk di lingkap rumah tangga yang diimbau agar melakukan penanaman tanaman pangan di pekarangan rumah.

"Inilah kenapa kita ingin lahan-lahan yang tidak produktif itu diproduktifkan. Urusan cabai, urusan, ini harusnya rumah tangga rumah tangga di desa itu bisa menanam itu. Di polybag atau di pekarangannya, sehingga tidak ada yang namanya kita ini kekurangan cabai atau harga cabai naik drastis," tambahnya.

Jokowi sendiri dalam kunjungannya ke wilayah Jawa Tengah hari ini melakukan peninjauan ke kebun kelapa genjah sekaligus membagikan bibit kelapa genjah. Tanaman ini menarik perhatian Jokowi karena memiliki banyak manfaat.

"Kelapa genjah yang nanti hasilnya 2 tahun, 2,5 tahun, setahun bisa produksi satu pohon bisa 180 buah yang itu bisa dibuat gula semut, bisa dibuat minyak kelapa, yang juga bisa dijual buahnya untuk minuman segar. Saya kira ini yang akan terus kita lakukan dan di Solo Raya, di Boyolali kita bagi 46 ribu, di Karanganyar kita bagi 44 ribu dan di Sukoharjo 110 ribu kelapa genjah," terangnya.

"Ini baru dimulai di sini nanti di provinsi-provinsi yang memang kelapa itu bisa hidup dengan baik kita tanami. Targetnya kurang lebih 1 juta kelapa genjah. Tapi tidak kelapa saja nanti ada jagung juga dibagi juga bibit-bibit cabai," tambahnya.

(das/ang)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT