ADVERTISEMENT

Iklan di TV Tetap Jadi Juaranya, Radio Makin Anjlok

Ilyas Fadilah - detikFinance
Kamis, 11 Agu 2022 19:00 WIB
Antique Radio With Cassette Player
Ilustrasi/Foto: Getty Images/iStockphoto/ArisSu
Jakarta -

Belanja iklan semester I 2022 mencatatkan kenaikan 7% dibandingkan periode yang sama sebelumnya dengan total mencapai Rp 135 triliun. Berdasarkan laporan Nielsen Ad Intel, media TV masih dipercaya pengiklan untuk mempromosikan produk mereka.

"Secara umum peningkatan belanja iklan ini cukup menandakan optimisme pengiklan masih cukup tinggi untuk beriklan di tengah transisi ini. Khususnya untuk saluran televisi dan digital masih dipercaya menjadi kanal yang efektif untuk mempromosikan produknya ke publik," ujar Direktur Eksekutif Nielsen Indonesia, Hellen katherina di kantornya di Millenium Centennial Center, Kamis (11/8/2022)

Pada semester ini, iklan di TV naik 8% menjadi 79,7%. Sementara iklan di media digital naik 6% menjadi 15,2%. Lalu, iklan di radio turun 13% menjadi 0,3% dan iklan print turun 6% menjadi 4,8%.

Nilsen mencatat iklan Fast Moving Consumer Good (FMCG) seperti kosmetik, makanan ringan, obat-obatan, peralatan mandi lebih banyak diiklankan di TV. Unilever, P&G, Mayora, Wingsfood dan Indofood menjadi perusahaan pengiklan terbanyak di TV.

Sementara itu, produk e-commerce seperti Blibli, Garena, Nestle dan Valorant banyak beriklan di media digital. "FMCG banyak beriklan di saluran televisi sedangkan e-commerce banyak beriklan di saluran digital," katanya menambahkan.

Pada semester I 2022, Nielsen mencatat beberapa kategori juga memiliki penurunan belanja iklan. Dua kategori dengan penurunan tertinggi adalah communication equipment dan health drink, keduanya turun masing-masing 28% dan 20%.

Dari sisi produsen, mereka mulai berhati-hati dalam mengeluarkan produk baru. Dari sisi konsumen, Hellen menyebut ada perasaan jenuh, disebabkan karena kebutuhan gadget yang sudah terpenuhi.

"Pengiklan sudah mulai menunjukkan rasa percaya diri untuk kembali beriklan. Hal ini menunjukkan bahwa industri mulai pulih pasca pandemi. Namun, masih ada kehati-hatian untuk meluncurkan produk baru dan juga para pengiklan mulai menggunakan strategi campaign yang lebih pendek untuk tema-tema tertentu," tutup Helen.

(eds/eds)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT