ADVERTISEMENT

Sri Mulyani Sebut Ada 17.621 Penerima Beasiswa LPDP 2022

Anisa Indraini - detikFinance
Kamis, 11 Agu 2022 22:20 WIB
Ini yang Baru dari Pendaftaran Beasiswa LPDP 2018
Foto: Ardan Adhi Chandra
Jakarta -

Pemerintah akan mengirim 17.621 awardee atau penerima beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) yang lolos seleksi 2022. Mereka diharapkan bisa memberi kontribusi pada negara setelah lulus menempuh pendidikan di dalam maupun luar negeri.

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan program ini diharapkan menjadikan sumber daya manusia (SDM) Indonesia berkualitas baik.

"Ini adalah investasi sumber daya manusia (SDM) bagi masyarakat terutama generasi muda. Kita akan mengirimkan 17.621 lagi jumlah penerima beasiswa LPDP tahun 2022," kata Sri Mulyani dalam konferensi pers APBN KiTA, Kamis (11/8/2022).

Sejak 2013 sampai 31 Juli 2022, LPDP telah menetapkan pendanaan untuk 117.209 awardee yang terdiri dari 32.836 awardee Program Native LPDP dan 84.383 awardee Program Kolaborasi Kemendikbudristek.

Tak hanya untuk beasiswa, pemerintah juga membantu pendanaan proyek riset. Sejak 2013 sampai 31 Juli 2022, sudah ada 1.671 proyek riset yang didanai.

Perlu diketahui dalam kontraknya para alumni LPDP diwajibkan kembali dan melaksanakan pengabdian di Tanah Air selama 2 kali masa studi ditambah 1 tahun (2n +1 tahun). Mereka diwajibkan berada di Indonesia selambat-lambatnya 90 hari kalender setelah tanggal kelulusan penerima beasiswa berdasarkan dokumen kelulusan resmi dari Perguruan Tinggi Tujuan.

Kepulangan dapat ditunda jika alumni melakukan studi lanjut program doctoral/post doctoral, bekerja pada lembaga Internasional atau mendapat penugasan ke luar negeri dari instansi asal. Itu juga harus terlebih dahulu menyampaikan permohonan izin ke LPDP.

Bagi yang tidak memenuhi kewajiban yang dimaksud, LPDP akan mengenakan sanksi berat berupa peringatan dan kewajiban pengembalian atas dana beasiswa yang telah diberikan sepanjang studi.

Sebelumnya Direktur Kekayaan Negara Dipisahkan Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DJKN) Kementerian Keuangan Meirijal Nur mengatakan tahun ini pemerintah mengalokasikan dana abadi bidang pendidikan sebesar Rp 20 triliun. Sedangkan yang sudah terealisasi sepanjang 2010-2021 sebesar Rp 99,1 triliun.

"Jadi kalau dijumlahkan dengan posisi per 31 Desember 2021, ditambah apabila semua alokasi 2022 cair, maka jumlah dana abadi bidang pendidikan yang dikelola LPDP menjadi sekitar Rp 120 triliun," katanya dalam acara Bincang Bareng DJKN, Jumat (10/6/2022).

(aid/hns)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT