ADVERTISEMENT

Di Depan Puan, Jokowi Beberkan Krisis Pangan-Beratnya Subsidi BBM 502 T

Anisa Indraini - detikFinance
Jumat, 12 Agu 2022 20:30 WIB
Jokowi Beretemu Pimpinan Lembaga Negara
Foto: Lukas - Biro Pers Sekretariat Presiden
Jakarta -

Presiden Joko Widodo (Jokowi) hari ini melakukan pertemuan dengan para pimpinan lembaga negara di Istana Negara, Jakarta. Pertemuan tersebut membahas krisis global yang sedang terjadi di beberapa negara di dunia mulai dari krisis pangan, krisis energi, hingga krisis keuangan.

"Kita berbicara mengenai krisis global yang berkaitan dengan krisis pangan, krisis energi, dan juga krisis keuangan. Kita berbagi, sharing mengenai hal-hal yang berkaitan dengan domestik kita baik yang berkaitan dengan pangan, yang berkaitan dengan energi, dan juga yang berkaitan dengan keuangan," kata Jokowi dalam keterangan tertulis, Jumat (12/8/2022).

Selain itu, Jokowi menyebut dalam pertemuan juga dibahas tentang subsidi pemerintah dalam rangka mengantisipasi kenaikan harga energi. Indonesia telah memberi jumlah subsidi yang cukup besar dengan menggunakan Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN).

"Cari negara yang subsidinya sampai Rp 502 triliun karena kita harus menahan harga Pertalite, gas, listrik, termasuk Pertamax, gede sekali. Tapi apakah angka Rp 502 triliun ini masih terus kuat bisa kita pertahankan?" tutur Jokowi.

Jokowi pun meminta jajarannya untuk terus waspada jija APBN tidak lagi kuat untuk memberikan subsidi bahan bakar minyak (BBM) secara terus-menerus sehingga terjadi kenaikan harga di masyarakat. Apalagi saat ini kenaikan harga BBM sudah terjadi di banyak negara di dunia.

"Ya kalau bisa ya alhamdulillah baik, artinya rakyat tidak terbebani. Tapi kalau memang APBN tidak kuat bagaimana? Kan negara lain harga BBM-nya sudah Rp 17 ribu, Rp 18 ribu, sudah naik dua kali lipat semuanya. Ya memang harga ekonominya seperti itu," ucapnya.

Para pimpinan lembaga negara yang hadir adalah Ketua MPR Bambang Soesatyo (Bamsoet), Ketua DPR Puan Maharani, Ketua DPD La Nyalla Mattalitti, Ketua BPK Isma Yatun, Ketua MK Anwar Usman, Ketua KY Mukti Fajar Nur Dewata, serta Ketua MA M. Syarifuddin. Turut mendampingi Jokowi dalam pertemuan itu Menteri Sekretaris Negara Pratikno.

Dalam kesempatan itu, Jokowi turut menyampaikan informasi terkait kondisi perekonomian nasional saat ini, termasuk anggaran dan pendapatan negara.

"Tadi kami menyampaikan kepada beliau-beliau mengenai fakta-fakta itu, angka-angka itu. Kalau kita masih ada income negara dari komoditi, dari komoditas itu masih baik ya kita jalani, tapi kalau enggak?" tutur Jokowi.

(aid/das)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT