ADVERTISEMENT

Tren Belanja Online Berubah, Ternyata Ini yang Diinginkan Pembeli

Ilyas Fadilah - detikFinance
Jumat, 12 Agu 2022 17:19 WIB
Ilustrasi Belanja Online
Foto: Shutterstock/
Jakarta -

Co-Founder & CEO Tokopedia Wiliam Tanuwijaya mengatakan, tren baru global saat ini adalah berkembangnya tren hyperlocal. Tren ini muncul di masa pandemi ketika konsumen menginginkan barang yang mereka pesan bisa sampai lebih cepat dan jika memungkinkan di hari yang sama.

"Karena itu ketimbang menunggu barang dari impor yang sampainya lama maka konsumen lebih memilih penjual yang bisa mengirim barang besok sampai atau dikirim di hari yang sama," kata William dikutip Jumat (12/8/2022).

Tren ini, kata William, memberikan dampak positif karena dengan mendukung pengusaha lokal maka membuka lapangan kerja dan juga meningkatkan pertumbuhan ekonomi dometik.

Tokopedia dan Goto, lanjut William, terus berkomitmen mendukung tren-tren global khususnya memastikan penggiat UMKM lokal dapat terus tumbuh dan jadi tuan rumah di negara sendiri.

"Para penggiat UKM khususnya brand-brand masa depan Indonesia dapat dilayani oleh inovasi Tokopedia yaitu menaruh barang mereka di gudang pintar Tokopedia sehingga bisa menawarkan pengalaman hyperlocal dengan lebih konsisten khususnya pengiriman lebih cepat dan harga terjangkau," kata William.

Selain itu, penggiat UKM kuliner kuliner bisa memanfaatkan Go Food yang juga akan tersambung di aplikasi Tokopedia serta memanfaatkan inovasi dapur bersama untuk mengembangkan bisnis ke daerah lain di Indonesia.

Wiliam menambahkan, dalam setiap krisis ekonomi, pelaku UKM selalu jadi tonggak ekonomi Indonesia yang tangguh. Sejatinya, kata Willliam, penggiat UKM adalah pahlawan ekonomi nasional karena terus menciptakan lapangan kerja baru.

Wilian juga menambahkan, transformasi digital selama pandemi Covid-19 ternyata mampu membuat UMKM Indonesia semakin tumbuh dan berkembang.

"Pandemi yang kita hadapi selama lebih dari 2 tahun telah mengubah banyak kebiasaan di antara kita semua. Penggiat UKM termasuk yang pertama harus beradaptasi, salah satunya dengan adopsi dan transformasi digital yang ternyata tidak hanya mampu membuat bisnis UKM bertahan, tapi justru bertumbuh. Yang tadinya harus menunggu pelanggan datang ke tempat usaha kita, lewat adopsi digital, mendadak tempat usaha dan produk kita ada di layar genggaman calon pelanggan, di mana saja dan kapan saja," kata William Tanuwijaya.

Pada kesempatan yang sama, Menteri Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Indonesia Teten Masduki mengatakan bahwa UMKM sebagai salah satu pilar ekonomi nasional berperan penting untuk mengoptimalkan, memulihkan, dan mengokohkan ekosistem digital di tanah air.

"UMKM sangat penting untuk mengoptimalkan ekosistem digital, bukan hanya untuk bertahan, namun untuk pulih dan kokoh sebagai salah satu pilar utama ekonomi nasional. Hal ini menjadi dasar Presiden Jokowi untuk menghadirkan 30 juta UMKM ke ekosistem digital pada tahun 2024. Dengan lebih dari 12 juta merchant UMKM, Tokopedia merupakan salah satu bagian dari transformasi digital UMKM," tutur Teten Masduki.

Teten menambahkan, Presiden Jokowi mengharapkan para pelaku ekonomi untuk terus tumbuh dan berkembang, dengan memanfaatkan potensi pertumbuhan ekonomi digital yang hingga tahun 2030 nanti mencapai 4.531 triliun rupiah, atau tumbuh sebanyak 8 kali lipat dari tahun 2020.

Sementara itu, menurut Bima Laga, Ketua Asosiasi e-commerce Indonesia, pertumbuhan ekonomi digital di Indonesia terbilang bagus, dan pertumbuhan itu disumbangsih secara nyata oleh e-commerce yang mulai bermunculan di tanah air.

"Pertumbuhan ekonomi digital, khususnya e-commerce menurut data Google dan Temasek itu sebesar 53 US Dollar, atau setara hampir 700 triliun pada tahun 2021. Dan pertumbuhannya itu year on year, jadi bisa sampai 50 persen. Nah, transaksi kita secara ekonomi digital Indonesia itu masih 5 persen dari PDB, dan kita juga meyakinkan pertumbuhan itu masih akan tercapai di Indonesia tahun ini, at least sebesar 48 persen sampai 50 persen year on year menurut riset dari Bank Indonesia," papar Bima Laga.

"Di samping itu, menurut data Google dan Temasek yang saya kutip dari tahun 2022 sampai 2025, pertumbuhan ekonomi digital masih disumbangsih oleh e-commerce, jadi secara ekonomi fundamental kita, saya rasa untuk growth, kita itu sudah bagus," imbuh Bima Laga.



Simak Video "Jumlah Pengguna Online Grocery Tumbuh Positif, Ini Faktor Penyebabnya"
[Gambas:Video 20detik]
(das/das)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT