ADVERTISEMENT

Tapal Batas

Nggak Gampang! Akses Perbankan di Pulau Terpencil Harus Terjang Ombak

Jihaan Khoirunnissa - detikFinance
Minggu, 14 Agu 2022 17:54 WIB
Kepulauan Anambas -

Tak semua masyarakat cukup beruntung bisa mengakses layanan perbankan dengan mudah. Masyarakat yang tinggal di Kepulauan Anambas misalnya.

Lokasi geografis wilayah yang terdiri dari pulau-pulau kecil yang berjauhan membuat aksesibilitas perbankan ke masyarakat masih relatif rendah. Beruntung kini sudah ada layanan bank terapung dari BRI yang menjangkau warga di pulau-pulau terpencil.

Adalah Ronny Robert Jacob (Ronny), sosok nakhoda atau kapten yang memegang komando tertinggi di atas Teras BRI kapal. Sebagai kapten, ia bertanggung jawab penuh atas keselamatan selama di perjalanan. Tak hanya keselamatan seluruh awak kapal, tapi aset yang ada di dalamnya.

Diketahui, Kapal Bahtera Seva membawa sekitar 11 orang, termasuk di dalamnya 3 orang petugas BRI serta 2 orang tentara angkatan laut yang ikut membantu memastikan keamanan dan keselamatan kapal.

Ronny mengatakan dirinya sudah menakhodai Kapal Bahtera Seva sejak 2 tahun silam. Selama periode tersebut, Ronny sudah membawa Teras BRI Kapal berlayar menyambangi 6 pulau di Kepulauan Anambas, yakni Bayat, Lingai, Telaga Besar, Keramut, Letung, serta Tarempa.

Kepada tim detikcom, dia mengungkapkan suka-duka mengemudikan Kapal Bahtera Seva membelah lautan. Lokasi Kepulauan Anambas yang berada di Laut China Selatan cukup menantang karena cuaca yang cukup ekstrem. Ditambah ombak laut yang deras sehingga seringkali membuat kapal terombang-ambing.

"Di sini itu di Laut China Selatan. Unpredictable weather. Pada bulan Desember, Januari, kami dihadapkan dengan gelombang," katanya beberapa waktu lalu.

Tapal Batas AnambasFoto: detikcom/Rafida Fauzia

Karena itu, Ronny dituntut lebih jeli dalam membaca situasi cuaca sebelum memutuskan untuk berlayar. Caranya yaitu dengan mengombinasikan data prakiraan cuaca selama satu minggu ke depan dari BMKM, serta informasi dari nelayan yang ada di pulau.

"Kalau saya, biasanya saya sandingkan berita cuaca dengan feeling nelayan. Karena gimana pun nelayan juga bisa meleset. Kemarin dari BMKM biru, tapi nelayan bilang malam itu nggak mau ke bagan, sebentar lagi ombak. Itu belum subuh, tapi mereka tahu bisa jadi ombak," ujarnya.

"Kita tentu lebih percaya pendidikan. Tapi yang namanya Laut China Selatan, semua pelaut takut Laut China Selatan. Nggak bisa diprediksi. (Jadi harus dikombinasi dengan informasi dari nelayan)," imbuh Ronny.

Di samping itu, kata dia, kondisi dermaga di sejumlah pulau tidak memungkinkan untuk kapal bersandar di malam hari. Sebab angin yang bertiup kencang, dan rentan terjadi ombak tinggi. Ia pun harus ekstra hati-hati terhadap karang di dekat dermaga.

"Cuma persoalannya di beberapa dermaga, ada yang terbuka dengan cuaca. Jadi saat terjadi angin kencang, di situ terjadi ombak. (Karena itu) beberapa dermaga di Anambas tidak bisa kami pakai untuk stand by di malam hari, karena tidak aman untuk kapal," terangnya.

Kendati demikian, Ronny bersyukur BRI memiliki Standard Operating Procedure (SOP) yang jelas terkait keselamatan kapal beserta awak yang ada di dalamnya. Menurut Ronny sebagai kapten dia diberikan wewenang penuh untuk menunda perjalanan di kondisi yang tidak aman.

Terlepas dari risiko tantangan yang ada, dia mengaku senang meski harus menempuh perjalanan bermil-mil dan mengarungi Laut China Selatan. Hal itu dia lakukan demi membantu para mantri BRI melayani nasabah di pulau terluar. Harapannya dia bisa ikut mempermudah para nelayan di Anambas menjangkau layanan perbankan, sekaligus membuka jalan pertumbuhan ekonomi daerah.

"Tugas seorang mantri benar-benar mulia. Karena bagaimana daerah bisa maju. Orang-orang dikasih pinjam uang supaya mereka bisa berusaha dan bisa maju. Bunga KUR sekarang (juga) sangat kecil. Jadi benar-benar membantu masyarakat," tutur dia.

"Jadi tugas BRI yang dipikul mantri itu sangat mulia. Karena membantu menaikkan perekonomian daerah dan taraf hidup masyarakat," pungkas Ronny.

Tapal Batas AnambasTapal Batas Anambas Foto: detikcom/Rafida Fauzia

Diketahui saat ini kapal Bahtera Seva melayani sebanyak 272 nasabah pinjaman komersiil dan KUR, serta 5.923 nasabah tabungan dari keenam pulau, dengan usaha nelayan, perdagangan, maupun perkebunan. Adapun persentase nasabah terbanyak berada di Pulau Bayat.

Selain mempermudah akses keuangan bagi masyarakat, Teras BRI Kapal juga membantu layanan kesehatan di Anambas. Misalnya dengan melaksanakan program vaksinasi COVID-19 dosis pertama pada awal tahun 2021, bekerja sama dengan puskesmas setempat. Sebanyak 20 tenaga kesehatan dibawa oleh kapal Bahtera Seva selama 3 hari untuk mengunjungi pulau-pulau kecil, seperti Pulau Mengkait dan Kiabu.

detikcom bersama BRI mengadakan program Tapal Batas yang mengulas perkembangan ekonomi, infrastruktur, hingga wisata di beberapa wilayah terdepan Indonesia. Untuk mengetahui informasi dari program ini ikuti terus berita tentang Tapal Batas di tapalbatas.detik.com!

(ega/ega)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT