ADVERTISEMENT

Jokowi Targetkan Ekonomi 2023 Tumbuh 5,3% dan Inflasi 3,3%, Ini Rinciannya

Herdi Alif Al Hikam - detikFinance
Selasa, 16 Agu 2022 14:31 WIB
Jakarta -

Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyampaikan asumsi dasar ekonomi makro 2023. Pertumbuhan ekonomi tahun depan ditargetkan 5,3% dengan mempertimbangkan dinamika perekonomian nasional, agenda pembangunan, serta potensi risiko dan tantangan.

"Pertumbuhan ekonomi 2023 diperkirakan sebesar 5,3%. Kita akan berupaya maksimal dalam menjaga keberlanjutan penguatan ekonomi nasional. Ekspansi produksi yang konsisten akan terus didorong untuk membuka lapangan kerja sebanyak-banyaknya," kata Jokowi dalam Pidato Nota Keuangan RAPBN 2023 di Gedung MPR, Jakarta, Selasa (16/8/2022).

Jokowi melanjutkan, berbagai sumber pertumbuhan ekonomi baru harus segera diwujudkan. Jokowi juga menyinggung soal upaya memacu investasi.

"Dengan semakin kuatnya sektor swasta sebagai motor pertumbuhan, maka manajemen kebijakan fiskal dapat lebih diarahkan untuk menciptakan keseimbangan antara perbaikan produktivitas dan daya saing, dengan menjaga kesehatan dan keberlanjutan fiskal untuk menghadapi risiko dan gejolak di masa depan," tutur Jokowi.

Selanjutnya, inflasi tahun depan dijaga pada kisaran 3,3%. APBN didesain untuk mengantisipasi tekanan inflasi terutama energi dan pangan.

"Asumsi inflasi pada level ini juga menggambarkan keberlanjutan pemulihan sisi permintaan, terutama akibat perbaikan daya beli masyarakat," katanya.

Berikut Asumsi Makro RAPBN 2023:

  • Pertumbuhan ekonomi: 5,3%
  • Inflasi: 3,3%
  • Nilai tukar rupiah: Rp 14.750
  • Bunga SUN 10 Tahun: 7,85%
  • Harga Minyak Mentah RI: US$ 90/barel
  • Lifting migas: 660 ribu bpd dan 1,05 juta barel setara minyak per hari

(hal/ara)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT