ADVERTISEMENT

Jika Harga BBM Naik, Dana Bansos Ditambah? Ini Jawaban Sri Mulyani

Ilyas Fadilah - detikFinance
Selasa, 16 Agu 2022 21:24 WIB
Menkue Sri Mulyani mengikuti rapat kerja dengan Badan Anggaran DPR RI, Selasa (31/5). Sri Mulyani jelaskan percepatan pembangunan infrastrukur dalam APBN 2023.
Foto: Agung Pambudhy: Menkeu Sri Mulyani Indrawati
Jakarta -

Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati berbicara soal program bantuan sosial (Bansos). Sri Mulyani memberikan sinyal akan menambah besaran bansos, khususnya saat pemerintah menaikkan harga BBM Bersubsidi.

Menurutnya, pemerintah tidak berencana menggunakan skema baru terkait bantuan sosial. Program sebelumnya seperti Program Keluarga Harapan (PKH) tetap digunakan sebagai platform.

Ia menambahkan jika jumlahnya dan manfaat bansos akan ditambah. Tetapi ada pengecualian untuk kondisi tertentu seperti saat minyak goreng langka, atau bantuan kepada pedagang kaki lima yang terdampak COVID-19.

"Tahun depan bentuknya tidak skema baru, tapi mengikuti desain bantuan sosial seperti PKH dan sembako. Tetap kita gunakan platformnya, tapi jumlah bulannya dan manfaatnya ditambahkan," katanya dalam Konferensi Pers Nota Keuangan dan RUU APBN 2023 di Jakarta, Selasa (16/8/2022).

Adapun dana untuk Perlindungan Sosial (Perlinsos) tahun depan mencapai Rp 479 triliun. Ini sedikit lebih bawah dibandingkan tahun 2022 yang mencapai Rp 502,6 triliun.

Tetapi, perlu dicatat jika Rp 502,6 triliun itu termasuk Program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) sebesar Rp 182 triliun. Sementara dana bantuan sosial mencapai Rp 319,7 triliun.

Pada kesempatan itu, Sri Mulyani juga akan menyalurkan bansos seperti yang telah dilakukan Menteri Sosial Tri Rismaharini.

"Atau yang dilakukan ibu Mensos, memperhatikan segmen masyarakat rentan, seperti kelompok difabel dan lansia yang akan menjadi fokus Mensos," pungkasnya.

(hns/hns)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT