ADVERTISEMENT

Kebal Pandemi, Bisnis Jual Beli Moge Tetap Cuan Meski Ekonomi Dihantam COVID

Dana Aditiasari - detikFinance
Minggu, 21 Agu 2022 20:32 WIB
Bursa Moge WTC Mangga Dua
Foto: Bursa Moge WTC Mangga Dua (Dana Aditiasari/detikcom)
Jakarta -

Pandemi virus Corona yang melanda Indonesia nyaris 3 tahun belakangan ini tampaknya tak begitu terpengaruh pada bisnis jual beli motor gede (moge).

Salah satunya seperti terlihat di bursa moge WTC Mangga Dua, Jakarta.

"Sebulan kita bisa keluar 10-13 unit," tutur Owner Hasdar Indra Garage, Hasdar Indra di showroom moge miliknya di Bursa Moge WTC Mangga Dua, Jakarta belum lama ini.

Padahal, diakuinya, moge ini buka barang murah. Harga yang ditawarkan ratusan juta rupiah bahkan ada yang dibanderol hingga nyaris Rp 2 miliar.

Ia menjelaskan, berbeda dengan bisnis otomotif roda empat, sepeda motor khususnya moge sudah punya pasar tersendiri yang secara ekonomi sudah cukup matang. Sehingga, wajar saja bila bisnis jual beli-nya masih langgeng dan justru terbilang moncer.

"Kalau moge itu, biasanya konsumennya itu kan secara finansial udah menengah atas. Mereka umumnya sudah punya mobil. Sehingga beli motor gede ini sebagai hobi, dan mereka sudah pasti anggarannya ada. Makanya meski pandemi, penjualan kita tetap ramai," tandas dia.

Dari sana, cukup bisa dipahami mengapa bisnis jual beli moge ini masih menggeliat. Apa lagi, lanjut Indra, sejumlah pembatasan membuat banyak orang menunda rencana liburan mereka ke luar negeri.

"Karena nggak bisa ke luar negeri, makanya uang mereka akhirnya lari ke hobi. Salah satunya moge ini," tutur dia.

Bukan hanya kebal pandemi, binis moge ini juga bisa dibilang kebal terhadap isu kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM).

"Namanya juga barang hobi. Mereka pakai nggak setiap hari. Jadi ya ini nggak begitu terpengaruh dengan harga BBM naik," tandas dia.

(dna/zlf)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT