Sri Mulyani Pamer ke DPR Ekonomi Tumbuh Seperti Sebelum COVID-19, Ini Buktinya

ADVERTISEMENT

Sri Mulyani Pamer ke DPR Ekonomi Tumbuh Seperti Sebelum COVID-19, Ini Buktinya

Aulia Damayanti - detikFinance
Selasa, 23 Agu 2022 13:19 WIB
Ketua DPR RI Puan Maharani didampingi anggota dewan dan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, menyampaikan kerangka kebijakan ekonomi makro dan pokok-pokok kebijakan fiskal (KEM PPKF) tahun 2022, di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Kamis (20/05/2021).
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati/Foto: Rengga Sancaya
Jakarta -

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menghadiri sidang Paripurna DPR RI ke-2 berkaitan dengan tanggapan pemerintah terhadap pandangan fraksi-fraksi mengenai RUU Tentang Pertanggungjawaban atas Pelaksanaan APBN Tahun Anggaran 2021.

Dalam kesempatan itu, Sri Mulyani mengungkap bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia 2021 diklaim telah berhasil melampaui level pada periode pra-pandemi. Klaim itu juga berkaca dengan banyak negara yang disebut belum mampu kembali ke pertumbuhan ekonomi sebelum pandemi.

"Seperti Thailand, Filipina, Malaysia, Meksiko, Jerman, Prancis, Italia, dan masih banyak negara lainnya. Dengan pertumbuhan ekonomi ini, tingkat PDB per kapita Indonesia (dalam nominal) berhasil naik 8,6%, dari Rp 57,3 juta di tahun 2020 menjadi Rp 62,2 juta di tahun 2021," jelas Sri Mulyani dalam rapat paripurna DPR RI ke-2 masa persidangan I tahun sidang 2022-2023, Selasa (23/8/2022).

Menurutnya, pemulihan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2021 didorong oleh sejumlah indikator yang menunjukkan perbaikan. Sri Mulyani menjelaskan pemulihan ekonomi dan program perlindungan sosial berhasil menurunkan kembali angka kemiskinan ke level single digit 9,71% per September 2021.

"Di mana sebelumnya, per September 2020 mencapai 10,19%," lanjutnya.

Sementara itu, menguatnya aktivitas ekonomi juga berhasil menyerap sekitar 2,6 juta orang angkatan kerja pada kurun waktu Agustus 2020-Agustus 2021 sehingga tingkat pengangguran terbuka turun dari 7,07% per Agustus 2020 menjadi 6,49 % per Agustus 2021.

"Peran krusial APBN dalam menjaga kualitas sumber daya manusia juga ditunjukkan dengan meningkatnya Indeks Pembangunan Manusia dari 71,94 tahun 2020 menjadi 72,29 pada tahun 2021," terangnya.

Capaian inflasi tahun 2021 sebesar 1,87%. Hal itu menurut Sri Mulyani karena masih lemahnya daya beli dan tingkat permintaan masyarakat sebagai dampak dari pandemi COVID-19.

"Selain itu, peningkatan harga komoditas global masih ditransmisikan secara terbatas ke harga domestik," katanya.

"Meski demikian, pada paruh kedua tahun 2021, terdapat tren positif pergerakan inflasi yang menunjukkan bahwa terdapat sinyal perbaikan permintaan seiring proses pemulihan ekonomi nasional yang masih berlangsung," tutupnya.

Simak video 'Sri Mulyani: Jumlah Desa Tertinggal RI di 2021 Sebanyak 5.333':

[Gambas:Video 20detik]



(ada/ara)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT