Masih Ingat Makro Supermarket? Anak Kecil Dilarang Masuk

ADVERTISEMENT

Masih Ingat Makro Supermarket? Anak Kecil Dilarang Masuk

Ignacio Geordi Oswaldo - detikFinance
Rabu, 24 Agu 2022 12:42 WIB
makro
Foto: Dok. Istimewa
Jakarta -

Masih ingat dengan pasar swalayan Makro? Yup! Ini adalah supermarket atau pasar swalayan yang memiliki konsep berbeda dalam melayani konsumennya.

Diketahui bahwa Makro punya aturan ketat untuk anak-anak. Hanya anak yang tinggi badannya di atas 120 cm saja yang boleh masuk. Berdasarkan catatan detikcom, hal ini dilakukan pihak supermarket untuk menjaga keamanan pengunjung, terutama anak-anak.

"Kenapa kita tetapkan 120 cm, karena setiap hari forklift kita berseliweran. Anak kecil dengan tinggi di bawah 120 cm bisa tidak terlihat. Ini untuk keamanan. Belum lagi rak-rak kita yang tingginya bisa di atas 5 meter," tutur Manajer Personalia PT Makro Indonesia saat itu kepada detikcom

Jadi anak di bawah 120 cm hanya boleh masuk pada hari libur (Minggu atau tanggal merah) karena saat itu Makro tidak mengoperasikan forklift-nya.

Selain itu konsep supermarket Makro sendiri memang tidak cukup nyaman untuk anak-anak. Karena saat memasuki gedung Makro yang besar, konsumen seperti memasuki sebuah gudang.

"Makro memang bukan untuk anak kecil. Kalau konsumen memaksa membawa anak, mereka harus benar-benar didampingi, sehingga memperkecil kemungkinan anak kejatuhan barang atau rak," tuturnya lagi.

Meski demikian, sekarang ini Makro supermarket sendiri sudah tidak ada lagi di Tanah Air. Sebab pada 2010 lalu Makro Indonesia resmi berganti nama menjadi LOTTE Mart Wholesale.

Sebelumnya berganti LOTTE Mart, Makro Indonesia sendiri telah beroperasi sejak tahun 1991. Saat itu jaringan supermarket ini terdiri dari 12 gerai di Jakarta dan Pulau Jawa, 3 gerai di Sumatera, 2 gerai di Kalimantan, dan 1 gerai masing-masing di wilayah Sulawesi dan Bali.

Saat itu perubahan nama gerai untuk wilayah Jakarta (7 gerai) dan Bandung (1 gerai) ditargetkan selesai pada 19 April 2010. Pulau Jawa dan Bali pada 26 April 2010, Jawa Tengah (3 gerai) pada 3 Mei 2010. Kemudian disusul Sumatera pada 11 Mei 2010 dan Sulawesi serta Kalimantan 21 Mei 2010.

(fdl/fdl)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT