PLN Minta Pertamina Kurangi Pasokan BBM Setelah Piala Dunia
Rabu, 28 Jun 2006 15:15 WIB
Jakarta - Rencana Pertamina mengurangi 50 persen pasokan BBM ke Perusahaan Listrik Negara (PLN) mulai 1 Juli bikin perusahaan setrum tersebut ketar-ketir.PLN takut kebijakan Pertamina ini menambah kekecewaan masyarakat apalagi saat ini sedang berlangsung Piala Dunia. PLN takut diamuk penonton gibol?"Kalau PLN boleh menawar, tolong pelaksanaan pengurangan pasokan minyak oleh Pertamina tersebut setelah acara Piala Dunia berakhir, sehingga bisa mengurangi kekecewaan masyarakat luas," kata Juru Bicara PLN Muljo Adji di Jakarta, Rabu (28/6/2006).Menurut Muljo, pengurangan pasokan BBM oleh Pertamina tersebut, terutama akan mempengaruhi pasokan listrik kepada konsumen di luar Jawa-Bali.Apalagi wilayah luar Jawa Bali, tidak memiliki alternatif atau cadangan pembangkit non-BBM yang mencukupi, yang tentu saja akan menambah jumlah daerah yang padam."Jadi kalau pemerintah mendukung kebijakan Pertamina, ya PLN harus menerima kondisi tersebut dan akan lebih banyak daerah yang padam," katanya.Muljo menjelaskan, PLN memang belum bisa membayar tunggakan pembayaran BBM ke Pertamina yang tiap tahun jumlahnya terus bertambah. Menurut Pertamina, tunggakan PLN mencapai Rp 23,9 triliun.PLN, menurut Muljo, bukannya tidak mau membayar utang tersebut, tapi kondisi keuangan perusahaan juga tidak memungkinkan.Sampai sekarang PLN masih menunggu turunnya dana subsidi dari pemerintah yang totalnya mencapai Rp 31,8 triliun.Besaran subsidi tersebut berasal dari pertama, subsidi listrik yang telah disetujui DPR dan pemerintah Rp 17 triliun.Kedua, subsidi atas batalnya kenaikan tarif dasar listrik (TDL) Rp 11,2 triliun. Ketiga, sisa subsidi tahun 2005 yang belum dibayar sebesar Rp 3,6 triliun.
(ir/)











































