Pendapatan GOTO Q2 Naik, e-Commerce & Fintech Tumbuh Signifikan

ADVERTISEMENT

Pendapatan GOTO Q2 Naik, e-Commerce & Fintech Tumbuh Signifikan

, Dea Duta Aulia - detikFinance
Selasa, 30 Agu 2022 17:23 WIB
Logo GoTo
Foto: Shutterstock
Jakarta -

Emiten teknologi berstatus decacorn Indonesia, PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) mencatatkan kenaikan pendapatan di semester I-2022 dibandingkan dengan pendapatan periode yang sama tahun lalu, baik untuk pendapatan bruto maupun pendapatan neto secara year on year (yoy).

Manajemen GOTO menyampaikan bahwa tiga segmen bisnis yang menjadi andalan GOTO yakni layanan on-demand lewat Gojek, e-commerce melalui Tokopedia dan teknologi keuangan (financial technology/fintech) via GoTo Financial masing-masing membukukan kenaikan pendapatan bruto.

Bisnis e-commerce dan fintech bahkan mampu mencatatkan performa apik dengan kenaikan pendapatan bruto sebesar 57% menjadi Rp 4,01 triliun dari Rp 2,56 triliun untuk e-commerce, disusul fintech naik 52% menjadi Rp 759,43 miliar dari sebelumnya Rp 501,22 miliar.

Meski demikian secara nilai atau kontribusi terbesar masih dicatatkan bisnis on-demand yang naik 47% menjadi Rp 6,35 triliun dari Rp 4,32 triliun.

Total pendapatan bruto GOTO naik 49% year on year mencapai Rp 10,7 triliun dari periode yang sama tahun lalu Rp 7,19 triliun (proforma). Pendapatan bersih GOTO tercatat sebesar Rp 3,39 triliun, melesat 73% dari semester I-2021 senilai Rp 1,96 triliun.

Tak hanya pendapatan bruto dan neto, GOTO juga membukukan pertumbuhan nilai transaksi bruto (gross transaction value/GTV) yang naik 42% mencapai Rp 290,5 triliun dari periode yang sama tahun sebelumnya.

Adapun khusus kuartal II-2022, GOTO membukukan nilai GTV sebesar Rp 150,5 triliun, melampaui target yang dicanangkan secara kuartalan berkisar antara Rp 142-Rp 150 triliun. Sementara itu, pendapatan bruto khusus di kuartal II-2022 juga tercatat Rp 5,5 triliun, mencapai batas atas target pendapatan kuartalan.

Direktur Utama Grup GoTo Andre Soelistyo menjelaskan, pertumbuhan pendapatan dan GTV perseroan terutama didorong oleh upaya monetisasi yang berlanjut dengan baik, termasuk di antaranya pembaruan skema komisi merchant untuk bisnis e-commerce, pendapatan komisi dari layanan pesan antar makanan yang lebih baik, dan berlanjutnya pemulihan pada sektor mobilitas.

"Pada kuartal kedua, kami terus mendorong pertumbuhan bisnis yang berkualitas. Dibandingkan dengan tahun sebelumnya, kami telah berhasil menumbuhkan nilai transaksi bruto (GTV) serta pendapatan bruto Perseroan. Pertumbuhan juga tercatat di margin bisnis, dibandingkan dengan kuartal yang lalu. Hal tersebut mendorong percepatan langkah kami mencapai profitabilitas," kata Andre dalam keterangan tertulis, Selasa (30/8/2022).

Andre menjelaskan, strategi perusahaan yang bergeser dari bisnis berbasis subsidi menuju diferensiasi produk bekerja dengan baik, sebagaimana ditunjukkan dengan meningkatnya penggunaan lintas platform, serta memberikan ruang bagi perusahaan untuk menajamkan fokus dan meningkatkan jumlah pelanggan loyal yang menghasilkan monetisasi bernilai tinggi.

"Secara keseluruhan, industri ini akan terus beradaptasi di tengah perubahan yang sangat cepat. Memahami situasi tersebut, GoTo akan terus mengimplementasikan efisiensi biaya dan mendorong sinergi optimal dalam ekosistem," jelasnya.

Direktur Keuangan Grup GoTo Jacky Lo mengatakan kinerja kuat perseroan di kuartal kedua tahun 2022 telah menghasilkan pertumbuhan pendapatan dengan struktur biaya yang lebih optimal.

"Kami berhasil meningkatkan pertumbuhan GTV, pendapatan bruto serta margin keuangan, di tengah kondisi geopolitik dan makroekonomi yang menantang, dampak sistemik dari pandemi COVID-19 serta dampak musiman dari periode Ramadan. Kedepannya, kami akan terus mengoptimalkan berbagai beban usaha, dengan dukungan kinerja yang baik, sebagai hasil investasi kami melakukan integrasi lintas platform dan dalam ekosistem. Kami berharap tren pertumbuhan bisnis yang positif di seluruh segmen bisnis GoTo akan terus berlanjut, seiring langkah mencapai break even sebagai sebuah ekosistem terintegrasi," tutupnya.



Simak Video "GoTo PHK Massal 1.300 Karyawan, Ini Alasannya"
[Gambas:Video 20detik]
(ads/ads)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT