Harganya Lagi Mahal, Jangan Kaget Nemu Telur di Rumah Makan Menciut

ADVERTISEMENT

Harganya Lagi Mahal, Jangan Kaget Nemu Telur di Rumah Makan Menciut

Ilyas Fadilah - detikFinance
Rabu, 31 Agu 2022 16:02 WIB
Harga Telur-Daging Ayam di Trenggalek Masih Mahal
Foto: Adhar Muttaqin
Jakarta -

Tingginya harga telur ayam cukup berdampak bagi pengusaha rumah makan. Tak terkecuali rumah makan padang yang menyajikan telur sebagai salah satu menu makanan.

Cahya, pemilik rumah makan Padang di Tegal Parang, Mampang Prapatan Jakarta Selatan mengaku menghadapi dilema akibat harga telur tinggi. Ia menyebut ongkos produksinya naik namun tak berani menaikkan harga dagangan.

Meski telur bukan menjadi menu utama, tingginya harga telur tetap mempengaruhi penjualannya.

"Sebenarnya telur bukan menu utama, kan konsumen nyarinya daging-dagingan sama ikan. Tapi kalau harga telur tinggi yang pasti tetap ngaruh, untung kita ngurang. Kan kita nggak naikin harga," katanya kepada detikcom, Rabu (31/8/2022).

Cahya mengaku tak berani menaikkan harga dagangannya karena khawatir konsumen akan berkurang. Oleh karena itu ia memilih labanya berkurang asalkan konsumen tetap membeli makan di tempatnya.

Menyikapi tingginya harga telur, Cahya mengaku tak ingin dipusingkan. Untuk telur dadar misalnya, ia mengakalinya dengan memperbanyak adonan tambahan sehingga ukuran telur dadar tidak berkurang, meski porsi telurnya sendiri berkurang.

Sementara untuk telur bulat, ukuran bisa jadi mengecil karena pihaknya lebih memilih telur yang lebih kecil agar jumlahnya tak banyak berkurang meski dibeli dengan harga mahal.

"Kalau telur sebenarnya nggak terlalu diperjuangin, tapi yang tetap harus ada, kan buat pelengkap. Kalau sekarang harga telur mahal, ya kita tambahin adonannya kayak bawang daun. Atau beli telurnya lebih pilih-pilih yang agak kecilan," ungkapnya.

Cahya mengatakan harga telur ayam sudah tinggi lebih dari satu bulan. Harga telur bahkan naik lagi setelah hari kemerdekaan Indonesia pada 17 Agustus 2022. Menurutnya harga telur di pasaran kini berkisar Rp 30.000 - Rp 32.000.

Meski profitnya berkurang, namun Cahya mengatakan jika jumlahnya tidak begitu besar. Tetapi ia berharap pemerintah dapat segera menstabilkan harga telur ayam serta harga pangan lainnya.

"Kalau bisa pemerintah cepet-cepet stabilin harga telur. Bukan cuma telur, cabai juga masih mahal kan," pungkasnya.

(eds/eds)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT