Zulhas Bertemu Peternak di Kantornya Hari Ini, Bahas Harga Telur Lagi?

ADVERTISEMENT

Zulhas Bertemu Peternak di Kantornya Hari Ini, Bahas Harga Telur Lagi?

Aulia Damayanti - detikFinance
Kamis, 01 Sep 2022 09:44 WIB
Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan saat mengunjungi pasar Merdeka di Samarinda.
Foto: Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan saat mengunjungi pasar Merdeka di Samarinda. (Istimewa)
Jakarta -

Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan alias Zulhas akan bertemu para peternak hari ini di Kementerian Perdagangan (Kemendag). Sebelumnya Zulhas juga sempat bertemu peternak membahas harga telur ayam yang belakangan ini melonjak di atas Rp 30.000 per kilogram (kg).

Saat dikonfirmasi kepada Zulhas, pertemuan akan dilakukan siang ini. "Pukul 12 (hari ini)," katanya singkat saat dikonfirmasi oleh detikcom tadi malam, dikutip Kamis (1/9/2022).

Sebelumnya, pertemuan antara Zulhas dengan peternak dilakukan pada 25 Agustus 2022. Saat itu pertemuan membahas penyebab kenaikan telur ayam di pasaran. Sementara hasilnya peternak dan Kementerian Perdagangan akan terus berkoordinasi untuk menurunkan harga selama dua pekan dari saat itu.

Naiknya harga telur ayam belakangan ini meresahkan masyarakat. Pedagang atau usaha makanan juga sampai harus putar otak saat harga salah satu komoditas utama itu meningkat harganya.

Zulhas sempat mengakui memang harga telur ayam meningkat di antara Rp 31.000-32.000 per kg. Adapun penyebab harga telur ayam naik di antaranya meningkatnya permintaan karena adanya bantuan sosial (bansos) dalam bentuk sembako di daerah hingga populasi ayam petelur yang kini menurun.

Berkaitan dengan bansos yang menjadi biang kerok harga telur ayam meningkat, Zulhas menjelaskan Menteri Sosial Tri Rismaharini memberikan bantuan uang kepada pemerintah daerah. Kemudian pemerintah daerah yang membelanjakan bantuan tersebut dalam bentuk sembako yang termasuk di dalamnya telur ayam.

Dalam pelaksanaan atau pembelanjaan bansos itu hanya lima hari. Akibatnya permintaan dalam lima hari mendadak tinggi, pasokan kurang di pasar, kemudian harga pun meningkat.

Selain itu, peternak mengatakan penyebab lainnya adalah jumlah populasi ayam petelur yang menurun 50% sampai 60%. Penurunan itu terjadi hampir dua tahun lalu, di mana harga telur ayam di tingkat peternak anjlok dan mendorong peternak melakukan pengurangan populasi (afkir).

"Memang kenaikan itu, satu, dampak dari pada tahun 2021 telur itu waktu itu sampai Rp 14.000 kita masih pandemi. Rp 14.000 itu rugi karena ongkosnya telur itu Rp 24.000. Oleh karena itu pada waktu itu terjadi apa yang kita sebut afkir dini. Induknya dipotong dijadikan ayam potong dampaknya tentu sekarang," katanya dalam rapat kerja di Komisi VI DPR RI, Jakarta, Selasa (30/8/2022).

Ketiga, penyebab naiknya harga telur ayam adalah pulihnya ekonomi yang memicu permintaan."Ini juga mengakibatkan permintaan naik," tambahnya.

(ada/ara)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT