Teten Ungkap Rahasia UMKM Perajin Bisa Naik Kelas, Gimana Caranya?

ADVERTISEMENT

Teten Ungkap Rahasia UMKM Perajin Bisa Naik Kelas, Gimana Caranya?

Sylke Febrina Laucereno - detikFinance
Kamis, 08 Sep 2022 18:06 WIB
Menteri Koperasi dan UKM
Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki/Foto: Wahyudi (20detik)
Jakarta -

Kementerian Koperasi dan UKM bersama Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas) Bidang Pendanaan mendorong UMKM perajin menjadi lebih berdaya dan mandiri seiring menguatnya ekonomi digital.

Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki mengatakan upaya tersebut dilakukan dengan kolaborasi Lembaga Pengelola Dana Bergulir Koperasi, Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (LPDB-KUMKM), Lembaga Layanan Pemasaran KUKM (Smesco Indonesia), dan Yayasan Perempuan Tangguh Indonesia (PTI), WhatsApp Indonesia melalui kegiatan yang mengusung tema Cerita Kriya di Bali.

"Berbicara mengenai literasi keuangan dan ekonomi digital, tentu sangat lengkap dengan memanfaatkan aspek teknologi digital terkait proses bisnis UMKM dan koperasi. UMKM Perajin Indonesia akan semakin berdaya dan mandiri jika masuk dan go digital. Untuk itu, dibutuhkan banyak inovator digital," ujar Teten dalam keterangannya, Kamis (8/9/2022).

Pemanfaatan ekonomi digital menjadi perhatian bagi pengembangan proses bisnis UMKM perajin Indonesia dan koperasi. Digitalisasi mengubah jutaan pelaku UMKM menjadi lebih berdaya dan kuat kendati terhimpit pandemi Covid-19.

Digital onboarding penting bagi UMKM perajin Indonesia karena dapat menjadi solusi atas urusan perbankan yang cukup menyita waktu. Onboarding membuat pemasaran online menjadi lebih mudah karena dapat dilakukan hanya dari genggaman tangan Anda.

Ketua Umum Dekranas Pusat Wury Ma'ruf Amin menuturkan, seiring dengan tema program Cerita Kriya, pihaknya fokus pada penguatan ekosistem sub-sektor kriya dari hulu hingga ke hilir. Itu dimulai sejak proses produksi, pembiayaan, pemasaran, sampai dengan kelembagaan seperti koperasi. Dan yang paling utama, kata dia, transformasi digital bagi pelaku usaha,

"Kami juga menggandeng teman-teman disabilitas yang telah berkarya banyak di sektor Kriya ini untuk dapat terus berkembang dan menemukan pasarnya melalui program-program "Cerita Kriya".jelasnya.

Wury mengemukakan, pada tahun ini, Dekranas dengan dukungan dari KemenkopUKM, melatih lebih dari 500 fasilitator/trainer pemerintah dengan target lebih dari 900 ribu UMKM. "Yang kemudian melatih UKM hingga dapat ekspor seperti para UKM lulusan pelatihan ini," imbuhnya.

Kolaborasi Dekranas dan Kementerian Koperasi dan UKM sudah berjalan sejak 2019. Namun pada tahun 2020, kedua belah pihak sepakat men-design ulang kegiatan ini untuk menjadi lebih berkelanjutan dan dengan pendekatan penguatan ekosistem untuk pelaku usaha. "Pada tahun 2020 hingga 2021 kami fokus pada penguatan Wastra Indonesia, sesuai dengan fokus kerja Dekranas, dengan tajuk "Cerita Wastra," tukasnya.

Ketua umum Yayasan PTI Myra Winarko mengemukakan, kesempatan yang diberikan oleh KemenkopUMKM dan Dekranas ini mampu membukakan peluang bagi 31 juta kaum disabilitas di Indonesia.

Yayasan PTI merupakan inkubator bisnis bagi kaum disablitas. Itu sebabnya, KemenkopUMKM dan Dekranas menggandeng PTI agar dapat melanjutkan langkah berkesinambungan untuk mendukung Pembangunan Berkelanjutan (Digital Economy to Support SDGs"). "InsyaAllah kami akan menjawab tantangan pak Menteri terkait ekosistem digitalisasi bagi kaum disabilitas dari hulu ke hilir.," Kata Myra.

(kil/ara)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT