ADVERTISEMENT

Kalimantan Punya Pelabuhan Terbesar, Ekspor Bisa Gas Terus

Tim detikcom - detikFinance
Sabtu, 10 Sep 2022 17:00 WIB
Aktivitas bongkar muat peti kemas di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, Selasa (25/9/2012). Pengamat Ekonomi dari Standard Chartered Bank mengatakan perekonomian dunia akan mengalami kenaikan pada level 3,2%. Pertumbuhan tersebut akan berdampak pada impor dan ekspor Indonesia pada tahun 2013.
Foto: Jhoni Hutapea
Jakarta -

Presiden Joko Widodo telah meresmikan pengoperasian Terminal Kijing Pelabuhan Pontianak pada 9 Agustus 2022 lalu. Pelabuhan ini merupakan yang terbesar di Pulau Kalimantan.

Pelabuhan juga diharapkan bisa memperkuat daya saing produk-produk unggulan yang dihasilkan Provinsi Kalimantan Barat serta meningkatkan konektivitas antarpulau dan bahkan antarnegara.

Saat ini ekspor utama Kalimantan Barat antara lain minyak sawit mentah (CPO), bauksit, dan karet. Sejumlah perusahaan besar juga memiliki usaha di kawasan ini.

Menurut Direktur Utama PT Pelindo (Persero) Arif Suhartono, beroperasinya Terminal Kijing Pelabuhan Pontianak akan memperkuat positioning Pelindo pasca merger untuk mendukung pertumbuhan dan hilirisasi industri berbasis CPO dan bauksit, sehingga dapat memberikan multiplier effect dan menciptakan community development yang dapat meningkatkan perekonomian daerah dan nasional.

Saat ini, sejumlah perusahaan sedang membangun smelter (pemurnian) logam sebagai bagian dari proses hilirisasi.

Terminal Kijing Pelabuhan Pontianak ini diproyeksikan untuk menggantikan Pelabuhan Dwikora, Pontianak yang sudah mencapai batas maksimum kapasitas dan memiliki keterbatasan lahan untuk pengembangan pelabuhan. Adapun utilisasi Dwikora sudah di atas 70 persen dari kapasitas 300 ribu TEUs (satuan unit kontainer ukuran 20 kaki). Luas Dwikora yang hanya 20 hektare ini juga sulit dikembangkan karena terletak di tengah kota Pontianak yang padat. Perluasan pelabuhan hanya akan menimbulkan problem lain: kemacetan.

Lagi pula, secara teknis Pelabuhan Dwikora sulit disinggahi menerima kapal-kapal berukuran besar. Draft Pelabuhan Dwikora hanya -6 meter dan alur keluar masuk kapal juga kian menyempit. Selama lima tahun terakhir, lebar alur ini menyusut dari 60 meter menjadi hanya 40 meter. Yang paling menyulitkan adalah sedimentasi yang sangat cepat, sehingga Dwikora harus sering dikeruk dan hal ini menghabiskan biaya besar.

Perjalanan Pelabuhan Kijing ini sangat panjang sejak 2009. Pihak Pelindo menemui Bupati Kabupaten Mempawah yang saat itu dijabat oleh Ria Norsan.

Perusahaan pengelola pelabuhan milik negara itu berniat membangun pelabuhan samudera di Selat Karimata. Lokasi ini sangat strategis karena dekat dengan Singapura, Selat Malaka, dan Laut China Selatan yang menjadi salah satu jalur pelayaran tersibuk di dunia.

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT