Sederet Kasus Hacker Bobol Data yang Kerugiannya Paling Jumbo

ADVERTISEMENT

Sederet Kasus Hacker Bobol Data yang Kerugiannya Paling Jumbo

Herdi Alif Al Hikam - detikFinance
Minggu, 11 Sep 2022 19:31 WIB
Dunia internet tengah dihebohkan dengan kemunculan Bjorka, hacker yang diduga meretas situs Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo). Cek informasinya.
Ilustrasi Hacker (Foto: BBC Magazine)
Jakarta -

Warganet di Indonesia sedang dihebohkan dengan kemunculan sesosok hacker yang menamai dirinya Bjorka. Hacker itu mengklaim telah membobol, menjual data pengguna, sampai mengumbar ada kebocoran data registrasi SIM card prabayar yang isinya meliputi NIK, nomor KK, nomor telepon, dan tanggal registrasi masyarakat Indonesia.

Paska kemunculan Bjorka, publik pun heboh dengan membicarakan soal pembobolan data. Pencurian data oleb hacker sendiri memang seringkali terjadi di dunia.

Bukan cuma di Indonesia, beberapa kasus besar juga terjadi di negara lain. Tak terkecuali di Eropa dan Amerika Serikat yang disebut-sebut sebagai negara maju.

Berikut ini beberapa kasus pencurian data dengan kerugian besar yang pernah terjadi di dunia dilansir dari CNN, Minggu (11/9/2022):

1. Yahoo!

Pencurian data bersejarah dan epik terjadi pada medio 2013 pada perusahaan layanan surat elektroniknya Yahoo. Setidaknya ada data dari 3 miliar orang telah diretas dari Yahoo.

Perusahaan pun pernah mengungkapkan pada tahun 2017 bahwa akun untuk setiap pelanggan di tahun 2013 telah diretas, termasuk pengguna Tumblr dan Flickr.

Kerugian mendera perusahaan, Altaba perusahaan di balik Yahoo membayar US$ 35 juta di 2018 untuk menyelesaikan tuduhan yang menyesatkan investor tentang peretasan tersebut. Bila dikonversi dengan kurs terkini uang sebesar itu sama dengan Rp 518 miliar (kurs Rp 14.800).

Bersambung ke halaman selanjutnya.

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT