APBN Defisit Rp 1,6 T Semester I
Rabu, 05 Jul 2006 18:55 WIB
Jakarta - Selama semester I-2006, APBN 2006 mengalami defisit sebesar Rp 1,6 triliun. Angka itu berarti lebih buruk dibandingkan capaian pada periode yang sama tahun lalu yang mencatat surplus Rp 18,6 triliun.Namun dibandingkan perkiraan semula sebesar Rp 3,5 triliun, angka defisit itu lebih kecil. Demikian disampaikan Menkeu Sri Mulyani saat realisasi anggaran semester I dengan Panitia Anggaran DPR RI di Gedung DPR/MPR, Senayan, Jakarta, Rabu (5/7/2006).Defisit diperoleh dari realisasi pendapatan negara dan hibah yang mencapai Rp 236,5 triliun, turun dibanding perkiraan sebesar Rp 243,3 triliun. Kedua, lebih rendahnya realisasi belanja negara yang mencapai Rp 238,1 triliun, dibandingkan perkiraan sebesar Rp 246,8 triliun. Sementara realisasi pembiayaan anggaran dalam semester I 2006 mencapai Rp 6,5 triliun, lebih rendah dari perkiraan sebesar Rp 8,2 triliun. "Dengan demikian dalam semester I 2006 terdapat kelebihan pembiayaan sekitar Rp 4,9 triliun. Hampir sama dengan perkiraan sekitar Rp 4,7 triliun," ujar Sri Mulyani.Untuk prognosa perkiraan semester II 2006, defisit APBN diperkirakan sebesar Rp 34,2 triliun. Pendapatan negara dan hibah diperkirakan mencapai Rp 408,6 triliun, penerimaan perpajakan Rp 238,2 triliun, PNBP Rp 167,4 triliun dan hibah Rp 3 triliun.Belanja negara diperkirakan mencapai Rp 442,8 triliun yang terdiri dari belanja pemerintah pusat Rp 328,9 triliun dan belanja daerah Rp 113,8 triliun. Pembiayaan anggaran diperkirakan mencapai Rp 29,5 triliun, terdiri dari pembiayaan dalam negeri Rp 26,1 triliun dan pembiayaan luar negeri netto Rp 3,3 triliun. Sehingga terdapat kekurangan pembiayaan sebesar Rp 4,7 triliun yang ditutup dengan kelebihan pembiayaan pada semester I 2006.Berdasarkan perkiraan realisasi defisit APBN sebesar Rp 3,5 triliun dan semester II sebesar Rp 34,2 triliun, maka realisasi defisit anggaran untuk tahun 2006 diperkirakan mencapai Rp 37,628 triliun atau 1,2 persen PDB. Ini berarti 15,2 triliun melebihi sasaran defisit yang dianggarkan dalam APBN sebesar 22,4 triliun atau 0,7 persen PDB.
(qom/)











































