Pemerintah Gelontorkan Rp 95 T Buat Genjot Budidaya Jagung hingga Kedelai

ADVERTISEMENT

Pemerintah Gelontorkan Rp 95 T Buat Genjot Budidaya Jagung hingga Kedelai

Aulia Damayanti - detikFinance
Selasa, 20 Sep 2022 18:50 WIB
French farmer Christophe Trufault checks a dried corn field on August 3, 2022, in Courcemont, northwestern France, as France is experiencing a heatwave. - France saw its driest July on record, the weather agency said, exacerbating stretched water resources that have forced restrictions. (Photo by Jean-Fran├žois MONIER / AFP) (Photo by JEAN-FRANCOIS MONIER/AFP via Getty Images)
Foto: AFP via Getty Images/JEAN-FRANCOIS MONIER
Jakarta -

Kementerian Keuangan menganggarkan untuk bidang ketahanan pangan termasuk untuk budidaya padi, jagung, hingga kedelai sebesar Rp 95 triliun. Jika melihat catatan anggaran tahun ini, angka itu naik dari Rp 94,1 triliun.

"Di bidang ketahanan pangan ini kita akan menganggarkan 95 triliun untuk mendorong peningkatan ketersediaan akses dan kualitas pangan. arah kebijakan ketahanan pangan di 2023," jelas Direktur Jenderal Anggaran, Isa Rachmatawarta, dalam rapat dengan Badan Anggaran DPR RI, Selasa (20/9/2022).

Total Rp 95 triliun itu mencakup anggaran ketahanan pangan Belanja Pemerintah Pusat Rp 72,9 triliun dan Transfer ke Daerah (TKD) Rp 22,1 triliun. Nantinya akan digunakan untuk memproduksi atau budidaya dalam bidang pertanian.

"Untuk menjaga keberlanjutan peningkatan produksi komoditas pangan prioritas, pengembangan diversifikasi pangan lokal, penguatan rantai pasok logistik pangan, food estate, dan korporasi petani, pengembangan smart farming dan digitalisasi pertanian, serta peningkatan nilai tambah, daya saing dan ekspor pertanian," jelasnya.

Targetnya dengan anggaran ketahanan pangan itu, akan digunakan untuk kawasan fasilitas budidaya padi sebesar Rp 279,55 ribu hektare (Ha). Kawasan fasilitas penerapan budidaya jagung 40 ribu ha, kawasan kedelai atau budidaya kedelai 350 ribu ha.

"Bantuan alat penangkap ikan ramah lingkungan sebanyak 9.275 unit, bantuan benih dan calon induk ikan 118 juta ekor, bantuan sarana peti beku sebanyak 300 unit, pembangunan bendungan lanjutan 23 unit," lanjutnya.

Lalu, juga akan ditargetkan untuk membangun bendungan baru 7 unit, pembangunan jaringan irigasi untuk 6.900 hektare, serta rehabilitasi jaringan irigasi untuk 98.700 hektare melalui Kementerian PUPR

"Dan 3.213 hektare melalui Kementerian Pertanian dan tentu tidak terlupakan adalah subsidi pupuk sebanyak 6,6 juta ton," jelasnya.

Dalam paparan isa, anggaran ketahanan pangan sempat mengalami penurunan di tahun 2020 hanya menjadi Rp 73,6 triliun dibandingkan tahun 2019 sebesar Rp 100,2 triliun.

"Anggaran ketahanan pangan sempat menurun cukup signifikan pada tahun 2020 karena kebijakan belanja difokuskan pada penanganan covid-19, namun kembali meningkat mulai tahun 2021," tutupnya.

Simak juga video 'Genting! Perubahan Iklim Ancam Ketahanan Pangan':

[Gambas:Video 20detik]



(ada/dna)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT