Leasing Besar Ketar-ketir Hadapi Perang Tarif Kredit Otomotif

Leasing Besar Ketar-ketir Hadapi Perang Tarif Kredit Otomotif

- detikFinance
Kamis, 06 Jul 2006 12:17 WIB
Jakarta - Perusahan pembiayaan (leasing) yang memiliki pangsa pasar lumayan, mulai ketar-ketir terhadap aksi sejumlah leasing dan bank yang melakukan penurunan bunga kredit otomotif di bawah 10 persen.Seperti diungkapkan Dirut PT Wahana Ottomitra Multiartha (WOM Finance) Benny Wennas, penurunan suku bunga kredit tersebut bisa merusak pasar dan mengakibatkan perang tarif.WOM Finance merupakan salah satu perusahaan pembiayaan sepeda motor besar, selain FIF dan Adira."Kalau semua banting harga, akhirnya jadi kayak asuransi, jadi buntung, bukan untung," kata Benny, usai penandatanganan pinjaman dengan IFC di Hotel Grand Hyatt, Jakarta, Kamis (6/7/2006).Menurut Benny, sebelum penurunan suku bunga kredit telah terjadi perang penurunan uang muka (down payment/DP) sejak pertengahan tahun lalu."Umumnya mereka yang melakukan ini ingin masuk dan merebut pasar. Tapi harus diingat funding (pendanaan) saat ini terbatas, prosesnya juga sulit sehingga kalau caranya demikian salah. Kalau kita yang penting stabil," kata Benny yang mengaku WOM Finance tidak berniat melakukan penurunan suku bunga.Nantinya, ungkap Benny, pasar sendiri yang akan menentukan perusahaan mana saja yang akan bertahan dengan kebijakan seperti itu. Sehingga persaingan seperti ini tidak perlu diatur seperti asuransi.Saat ini, ungkap Benny, pasar otomotif khususnya mobil memang sangat terkoreksi. Namun untuk motor, koreksi yang terjadi tidak terlalu dalam.Benny juga melihat, perusahaan pembiayaan motor belum harus ikut-ikutan menurunkan suku bunga kredit terlalu rendah.Sebelumnya, PT U Finance Indonesia (UFI) dan Bank Bumiputra telah mengumumkan paket penawaran kredit otomotif di bawah 10 persen. (ir/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads