Ratu Elizabeth Sudah Dikubur, Buruh Lanjutkan Ancaman Kereta 'Mati Suri'

ADVERTISEMENT

Ratu Elizabeth Sudah Dikubur, Buruh Lanjutkan Ancaman Kereta 'Mati Suri'

Ignacio Geordi Oswaldo - detikFinance
Rabu, 21 Sep 2022 12:26 WIB
A near empty Liverpool Street station, in London, Tuesday, June 21, 2022. Britains biggest rail strike in decades went ahead Tuesday after last-minute talks between a union and train companies failed to reach a settlement over pay and job security. Up to 40,000 cleaners, signalers, maintenance workers and station staff are due to walk out for three days this week, on Tuesday, Thursday and Saturday. (AP Photo/Alberto Pezzali)
Ratu Elizabeth Sudah Dikubur, Buruh Inggris Lanjutkan Ancaman Kereta 'Mati Suri'/Foto: AP/Alberto Pezzali
London -

Serikat buruh di Inggris sempat menghentikan rencana aksi demonstrasi selama masa berkabung hingga pemakaman Ratu Elizabeth II. Setelah sang ratu dikuburkan, para buruh melanjutkan aksi yang dimulai sejak awal bulan itu.

Baru satu hari setelah pemakaman Ratu Elizabeth II, para buruh langsung kembali mengancam mogok kerja. Tuntutannya tetap sama, yaitu meminta gaji dan kesejahteraan naik di tengah inflasi Inggris yang menembus 10%.

The National Union of Rail, Maritime and Transport Workers (RMT) mengatakan 40.000 buruh di 14 operator, jaringan, dan pengurus infrastruktur kereta Network Rail mengancam mogok kerja 24 jam mulai 1 Oktober.

RMT mengaku aksi mogok ini juga akan diikuti oleh serikat buruh di sektor transportasi lain seperti bus, sehingga akan membuat sarana kereta api Inggris 'mati suri'.

"Buruh transportasi akan bergabung dalam aksi mogok kerja pada 1 Oktober untuk mengirim pesan yang jelas kepada pemerintah bahwa kami para kelas pekerja tidak bisa bekerja dengan upah yang sama di tengah kondisi sulit seperti saat ini, apalagi perusahaan sedang membukukan laba yang tinggi," kata General Secretary RMT Mick Lynch dalam keterangan tertulis dikutip dari CNN, Rabu (21/9/2022).

Sejak Juni lalu, buruh yang tergabung dalam RMT tercatat sudah enam hari melakukan aksi mogok, diikuti oleh ribuan buruh dari sektor lain termasuk wartawan, pengacara, dan karyawan call center yang menolak bekerja di tengah melambungnya biaya hidup di Inggris. Gaji minimum Inggris sudah tidak bisa mengimbangi tingginya inflasi yang sudah menembus 9,9% pada Agustus 2022.

Menjelang akhir tahun ini bakal lebih banyak lagi aksi mogok di Inggris, di berbagai sektor pula. Guru, dokter dan perawat berencana mogok minggu depan. Unite and Unison, serikat buruh terbesar Inggris dengan anggota 2,7 juta buruh sudah menyiapkan aksi mogok dengan bergabung bersama serikat buruh lain.

Pekan lalu, Unite and Unison mengatakan 1.900 buruh di pelabuhan peti kemas terbesar Inggris, Felixstowe, akan mogok kerja selama delapan hari terhitung mulai 27 September.

Aksi mogok akan dilakukan rutin setiap bulan sampai buruh mendapat perubahan gaji. Aksi ini akan diikuti oleh ratusan buruh di Port of Liverpool, salah satu pelabuhan penting dalam ekonomi Inggris.

Lihat juga Video: Trump Ejek Posisi Duduk Biden di Pemakaman Kenegaraan Ratu Elizabeth II

[Gambas:Video 20detik]




(ang/ang)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT