ADVERTISEMENT

Mendag Bidik Peningkatan Ekspor Bidang Jasa Indonesia ke Australia

Angga Laraspati - detikFinance
Rabu, 21 Sep 2022 18:51 WIB
Kemendag
Foto: Dok. Kemendag
Jakarta -

Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan mengatakan kinerja ekspor jasa Indonesia harus ditingkatkan. Oleh karena itu, ia menilai kerja sama dengan Australia menjadi bagian penting dalam mencapai kinerja ekspor jasa Indonesia yang lebih memuaskan.

Hal ini disampaikan Zulkifli usai penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (MIPA) Jurusan Ilmu Komputer Universitas Gadjah Mada (UGM) dan Xtramile Solutions Pty Ltd.

Menurutnya, MoU ini sebagai bentuk kolaborasi yang saling menguntungkan antara akademisi dan dunia usaha. MoU ini juga menciptakan peluang bagi anak-anak muda Indonesia untuk meningkatkan keterampilannya dan berkontribusi dalam pembangunan sumber daya manusia Indonesia.

"MoU ini adalah sebuah terobosan nyata dari konsep economic powerhouse dan merupakan bagian penting dari Indonesia Australia Comprehensive Economic Partnership Agreement (IA-CEPA) yang menjadi pembeda dengan bentuk kerja sama sejenis yang telah Indonesia miliki sebelumnya," jelas Zulkifli dalam keterangan tertulis, Rabu (21/9/2022).

Dalam MoU tersebut, Xtramile Solutions Pty Ltd akan merekrut lulusan Fakultas MIPA Jurusan Ilmu Komputer UGM tahun 2023-2028. Perusahaan Australia ini didirikan tahun 2004 oleh diaspora Indonesia yang menyediakan jasa IT khususnya di bidang kesehatan, khususnya rumah sakit pemerintah Australia dan institusi kesehatan swasta di Australia.

"Saya ucapkan selamat kepada Xtramiles Solutions dan UGM atas kesepakatan yang akan meningkatkan kinerja ekspor Indonesia di bidang perdagangan jasa," ucap Zulkifli.

Dalam kesempatan itu, Zulkifli Hasan dan Associate Secretary Departemen Luar Negeri dan Perdagangan Australia Tim Yeend menyaksikan penandatanganan MoU yang dilakukan oleh Dekan Fakultas MIPA UGM Profesor Kuwat Triyana dan Direktur Xtramile Solutions Pty. Ltd. Robin Hadiprodjo.

Sebelumnya, Zulkifli Hasan melakukan pertemuan bilateral dengan Associate Secretary Tim Yeend. Pertemuan dilakukan di sela rangkaian kegiatan G20 Trade, Investment, and Industry Ministerial Meeting (TIIMM) di Nusa Dua, Bali, pada 21-23 September 2022.

Zulkifli Hasan dan Associate Secretary Tim Yeend membahas penguatan hubungan ekonomi, khususnya perdagangan, baik secara bilateral, regional maupun multilateral.

"Saya dan Australia mengapresiasi seluruh pemangku kepentingan kedua negara yang telah berkontribusi besar dalam mendorong peningkatan perdagangan Indonesia dan Australia. Di antaranya melalui pemanfaatan IA-CEPA dan ASEAN, Australia, New Zealand Free Trade Agreement (AANZFTA)," tutur Zulkifli.

Pada pertemuan itu Zulkifli mengapresiasi partisipasi Australia di G20 TIIMM. Australia pun menyatakan kesiapannya mendukung kesuksesan penyelenggaraan Presidensi G20 Indonesia. Keduanya juga berkomitmen untuk saling mendukung terjaminnya keamanan pangan dan energi di kedua negara.

Terkait Persetujuan Kemitraan Ekonomi Komprehensif Regional (RCEP), Zulkifli Hasan mengungkapkan pentingnya RCEP demi pembangunan ekonomi di kawasan dan menyampaikan perkembangan proses ratifikasi.

"Parlemen kami telah menyetujui RUU RCEP untuk menjadi UU pada 30 Agustus 2022. Selanjutnya akan dilakukan proses pengundangan oleh Presiden," katanya.

Zulkifli juga mengajak pebisnis dan kalangan pengusaha Australia untuk berpartisipasi pada Trade Expo Indonesia (TEI) ke-37. Pameran dagang terbesar di Indonesia ini akan dilaksanakan secara fisik pada 19-23 Oktober 2022 dan secara virtual pada 19 Oktober-19 Desember 2022.

"Saya mengundang pebisnis dan kalangan pengusaha Australia untuk berpartisipasi pada Expo tersebut karena TEI dapat menjadi wadah yang tepat bagi pelaku usaha dalam mengembangkan hubungan perdagangan kedua negara," imbuhnya.



Simak Video "Tindak Lanjut Mendag Zulhas Usai Sidak Importir Tak Berizin di Sentul"
[Gambas:Video 20detik]
(akn/hns)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT