ADVERTISEMENT

Kemenkop UKM Minta Koperasi Diperkuat agar Bantu Industri Rumput Laut

Dea Duta Aulia - detikFinance
Rabu, 21 Sep 2022 22:56 WIB
Kemenkop UKM
Foto: dok. Kemenkop UKM
Jakarta -

Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki mengingatkan pentingnya penguatan kemitraan rantai pasok berbasis pada koperasi. Sehingga hilirisasi industri rumput laut Indonesia bisa berjalan sukses. Hal tersebut diungkapkan saat hadir pada acara panen rumput laut di daerah Cantigi Jabar, hari ini.

"Di sektor hulu, biarlah pembudidaya fokus meningkatkan produksi. Namun, jangan lupa berkoperasi," kata Teten dalam keterangan tertulis, Rabu (21/9/2022).

Ia menuturkan dalam model bisnis koperasi bisa menjadi offtaker pertama dari seluruh hasil panen budidaya rumput laut yang dihasilkan para petani.

"Koperasi juga bisa mengolah setengah jadi, mulai dari sortir, pengeringan, atau pengolahan tepung dan sejenisnya," jelasnya.

Lalu mitra swasta atau BUMN bisa menyerap produk rumput laut dari koperasi. Dengan begitu, kemitraan usaha akan semakin kokoh dan kuat.

"Kemitraan rantai pasok seperti ini, baik nasional maupun global, akan mempercepat hilirisasi produk rumput laut Indonesia," jelasnya.

Untuk mengembangkan sektor tersebut, dukungan perbankan melalui LPDB-KUMKM juga dibutuhkan bagi para nelayan yang merupakan anggota koperasi. Dengan modal yang kuat maka potensi yang bisa digali bisa lebih maksimal.

"Itu sebagai penguatan permodalan dan investasi pada kegiatan usaha budidaya ikan bandeng dan rumput laut. Karena, usaha tersebut memiliki nilai jual dan potensi yang cukup tinggi," jelasnya.

Sementara itu, Bupati Indramayu Nina Agustina mengatakan Kecamatan Cantigi memiliki potensi yang luar biasa untuk dikembangkan menjadi sentra rumput laut. Adapun lahan yang dimiliki pada wilayah tersebut merupakan yang paling luas kalau dibandingkan dengan yang lain.

Adapun potensi rumput laut di Kabupaten Indramayu mencapai 485 hektar yang tersebar di enam kecamatan seperti Cantigi 225 hektar, Pasekan 125 hektar, Indramayu 75 hektar, Sindang 25 hektar, Kandanghaur 20 hektar, dan Losarang 15 hektar.

"Secara total, kita memiliki garis pantai sepanjang 147 kilometer. Produksi ikan kita juga terbesar di Jabar," tutupnya

(prf/hns)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT