ADVERTISEMENT

Zulhas dan Para Menteri Negara G20 Kumpul di Bali, Ada Apa Nih?

Anisa Indraini - detikFinance
Kamis, 22 Sep 2022 11:30 WIB
Zulkifli Hasan dilantik menjadi menteri perdagangan menggantikan M Lutfi. Sertijab jabatan Menteri Perdagangan dilakukan di Auditorium Gedung Utama Kamendag, Jakarta.
Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan/Foto: Dok. Kementerian Perdagangan
Nusa Dua -

Pertemuan Tingkat Menteri G20 di bidang perdagangan, investasi dan Industri resmi dibuka. Ada enam isu prioritas yang akan dibahas dalam pertemuan ini.

Demikian kata Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan atau Zulhas dalam pembukaan Trade, Investment, and Industry Ministerial Meeting (TIIMM) G20 di Sofitel Nusa Dua, Bali, Kamis (22/9/2022).

"Saya mengundang para menteri untuk memberikan solusi nyata atas berbagai persoalan ekonomi terkini. Untuk itu kita perlu menggarisbawahi pentingnya toleransi antara kebijakan sektor perdagangan, investasi, dan industri," kata Zulhas.

Isu prioritas pertama yang dibahas adalah reformasi organisasi dagang dunia atau World Trade Organization (WTO). Lalu kedua adalah sistem peta jalan multilateral dalam memperkuat tujuan pembangunan berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs).

"Ketiga, kami juga menyadari pentingnya respons perdagangan investasi dan industri dalam mengatasi pandemi dan mendukung arsitektur kesehatan global," tambahnya.

Isu keempat yang dibawa Zulhas adalah perlunya penekanan tentang pentingnya isu prioritas digital dan rantai nilai global. Kelima, pentingnya peningkatan investasi berkelanjutaan untuk pemulihan ekonomi global.

Isu terakhir atau keenam, yaitu industrialisasi yang inklusif dan berkelanjutan melalui industri 4.0. "Kolaborasi dan kerja sama adalah kunci untuk mensukseskan keberhasilan presidensi G20 Indonesia tahun ini," imbuhnya.

Dalam kesempatan yang sama, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto berharap pertemuan ini bisa menghasilkan ide-ide baru dalam menghadapi krisis pangan dan energi yang sedang dihadapi banyak negara saat ini.

"Saya ingin menyampaikan kepada semua delegasi menteri tentang harapan tinggi saya bahwa pertemuan ini akan memberikan banyak pengayaan kepada 20 negara anggota lainnya. Kita perlu meninggalkan pemikiran konvensional dan membiarkan ide-ide baru muncul," ucapnya.

Pertemuan TIIMM G20 dihadiri langsung oleh delapan menteri dari negara anggota G20 yaitu Kanada, Perancis, India, Jepang, Korea Selatan, Arab Saudi, Afrika Selatan, dan Inggris, serta 12 pejabat setingkat Menteri dari negara anggota G20 lainnya termasuk Rusia dan Amerika Serikat.

Selain itu, hadir pula tujuh menteri dari negara undangan, yaitu Kamboja, Spanyol, Fiji, Selandia Baru, Rwanda, Singapura, dan Persatuan Emirat Arab (PEA).

Lihat juga video 'Tindak Lanjut Mendag Zulhas Usai Sidak Importir Tak Berizin di Sentul':

[Gambas:Video 20detik]



(aid/ara)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT